Wagub Jabar Uu Punya Asrama Pesantren untuk Bina Anak Punk Jadi Santri

Kompas.com - 18/02/2020, 13:00 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum diwawancarai awak media di halaman Setda Kabupaten Ciamis, Senin (17/2/2020). KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHAWakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum diwawancarai awak media di halaman Setda Kabupaten Ciamis, Senin (17/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mengaku selama ini memiliki asrama pesantren tempat penampungan warga jalanan yang lebih dikenal anak Punk untuk dibina menjadi santri.

Uu menilai selama ini anak Punk yang tersebar di jalanan tersebut membutuhkan pembinaan dan perhatian serius dari pemerintah supaya kehidupannya bisa terarahkan ke hal positif.

"Awalnya saya lihat banyak anak Punk di Jawa Barat yang berada di jalanan memakai sarung dan peci. Setelah saya tanya langsung ternyata mereka butuh pembinaan," jelas Uu kepada wartawan saat meninjau Kantor Pos Tasikmalaya, Selasa (18/2/2020).

"Saya pun berinisiatif menyediakan semacam asrama atau tempat tinggal mereka di pesantren Yayasan Ar Ruzhan Pondok Pesantren Miftahul Huda di Manonjaya." 

Uu menambahkan, dalam proses pembinaannya selama ini pihaknya tak mengekang mereka untuk bekerja sebagai pengamen atau pekerja seni di jalanan. Mereka fokusnya difasilitasi tempat tinggal berkumpul di asrama pesantren.

Baca juga: Dianggap Meresahkan, Polisi Amankan Puluhan Anak Punk di Brebes

Sedangkan, setiap harinya mereka pun dibebaskan untuk bekerja menjadi pengamen namun saat pulangnya ditampung di asrama pesantren tersebut.

Malam harinya saat mereka di asrama pesantren, dibimbing untuk mengikuti pelajaran agama di pesantren tersebut.

"Para anak Punk yang dibina di asrama pesantren saya dibebaskan beraktifitas sehari-harinya sebagai pengamen dan dipersilahkan keluar. Namun, malam harinya akan mengikuti pelajaran agama di pesantren. Jadi, mereka akan terbimbing kehidupannya meski tak melepaskan identitas mereka sebagai anak Punk," tambah Uu.

Kedepannya, Uu berharap akan muncul yayasan-yayasan lain yang menyediakan rumah singgah bagi anak Punk di berbagai daerah Jawa Barat.

Tentunya, yayasan itu akan bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemerintah Daerah setempat untuk sumber anggaran pembinaan anak Punk tersebut.

Baca juga: Meresahkan Warga, Tiga Pengamen Bergaya Anak Punk Dihukum Squat Jump

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Irit Air

Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Irit Air

Regional
Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Regional
Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X