Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Tahun Ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Kompas.com - 18/02/2020, 08:29 WIB
Rangkaian Upacara Peringatan 4 Tahun Kepemimpinan Hendi-Ita di Kota Semarang Dok. Pemkot SemarangRangkaian Upacara Peringatan 4 Tahun Kepemimpinan Hendi-Ita di Kota Semarang

 

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta jajaran pemerintahannya harus terus masuk ke setiap aspek kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah hadir dalam persoalan terkait pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) yang kini sedang terus dicarikan solusi.

“Berdasarkan laporan yang sering diterima ini bergeser, dulu persoalan PDAM, banjir, kemacetan. Sekarang banjir sudah digeser oleh PDAM, kerusakan tempat publik,” kata Hendi (sapaan akrab wali kota Semarang) dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu ia sampaikan saat peringatan masa jabatan tahun ke-4 yang jatuh Hari Senin (17/2/2020) di Halaman Balaikota Semarang.

Baca juga: 8.000 Pelanggan PDAM Terdampak Pencemaran Rawa Pening

Hendi berpesan kepada Direksi PDAM agar lebih kreatif berinvestasi, demi memberikan layanan terbaik bagi warga Kota Semarang.

“PDAM menjadi pekerjaan rumah untuk kita fokus mengatasi. Direksi sekarang jangan berpuas diri dengan cuma memungut biaya langganan dan pemakaian air dari masyarakat,” ujar dia.

Untuk itu, Hendi pun meminta bagaimana dana itu dapat dipergunakan kembali untuk investasi, sehingga bisa melayani masyarakat dengan lebih baik.

“Penyediaan air bersih, lancar, tidak keruh, tidak ada antrean, itu yang menjadi harapan kami,” imbuh wali kota Semarang.

Baca juga: Nilai Bansos Sembako Naik, Pemkot Semarang Klaim Jamin Kehidupan Warga

Investasi yang dimaksud Hendi adalah berbagai proyek yang sudah dimulai atau yang baru dalam proses

Contoh investasi adalah seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat, Instalasi Pengolahan Air Limbah Pudak Payung, dan pengelolaan polder di Semarang Timur.

“Sudah dimulai investasi dari tahun kemarin, yaitu SPAM Semarang Barat yang nilainya mencapai Rp 1,3 triliun,” kata Hendi.

Rinciannya, lanjut dia, adalah 400 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) dan PDAM, 480 miliar dari investor, dan 500 miliar dari pemerintah pusat.

Sementara itu, sistem pengelolaan yang akan dilelang yaitu IPAL Pudak Payung, sumber air baku di Pudak Payung untuk bisa mengaliri daerah atas Semarang Selatan.

Baca juga: Masyarakat Kota Semarang Terima Bantuan Sembako dari Kemensos

Sementara itu untuk pengelolaan polder, baru-baru ini rencana investasi dilakukan di Semarang Timur.

“Kemarin kami bertemu dengan beberapa calon investor. Akan dilakukan lelang investasi beberapa polder dan kali di Semarang Timur, Insyaallah selesai di tahun 2021,” kata Hendi.

Dengan begitu, imbuh dia, best complain pada periode yang akan datang sudah bukan PDAM lagi.

Tren positif pemerintahan Hendi

Hendi juga menjabarkan beberapa tren positif pembangunan yang berhasil ia upayakan selama memimpin Kota Semarang.

Baca juga: Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Tren tersebut mulai dari wilayah rawan banjir yang pada tahun 2011 sebesar 41,02 persen menjadi hanya 13,71 persen di 2019.

Selanjutnya, jalan dengan kondisi tidak baik yang pada tahun 2011 sebesar 54 persen, menjadi menyisakan 5,09 persen pada 2019.

Selain itu, investasi masuk dalam satu tahun yang pada tahun 2011 hanya sebesar Rp 0,9 triliun, kini meningkat hingga 35 triliun pada 2019.

Juga angka kemiskinan yang pada tahun 2011 sebesar 5,68 persen, sukses ditekan ke angka 3,98 persen pada 2019.

Walaupun begitu, Hendi tetap berpesan kepada seluruh jajarannya untuk tidak berpuas diri dan justru makin terpacu untuk meningkatkan berbagai upaya pembangunan.

Baca juga: Sistem Penyediaan Air Minum Semarang Barat Ditarget Selesai Mei 2021

“Hari ini kita tidak boleh puas begitu saja dengan statistikyang ada. Ke depannya masih banyak pekerjaan rumah,” kata dia kepada jajarannya.

Pekerjaan rumah tersebut, seperti penanganan banjir harus setuntas-tuntasnya dan infrastruktur harus dibangun sebaik-baiknya.

“Kita harus terus masuk ke setiap aspek kehidupan masyarakat untuk mencari tahu problem yang dihadapi. Harus ada komitmen untuk bisa menyelesaikan setiap persoalan itu,” imbuhnya.

Refleksi capaian dan target ke depan

Hendi dalam pidatonya juga secara khusus menceritakan kilas balik perjalanan pembangunan Kota Semarang, serta mimpi dan target ke depan.

Baca juga: Ini Fasilitas dari Pemkot Semarang untuk Sopir Angkot yang Bawa Bayi

Ia menegaskan, capaian demi capaian yang diraih selama empat tahun kepemimpinannya tidak semata-mata hasil pemikiran Hendi-Ita saja.

Keberhasilan tersebut, menurut dia, merupakan buah konsep pembangunan bergerak bersama dari seluruh elemen masyarakat.

"Kota Semarang hari ini bukan hasil keringat dan pemikiran Hendi-Ita, melainkan hasil keringat dan pemikiran bersama," kata wali kota Semarang.

Pada upacara yang juga menjadi peringatan Hari Kesadaran Nasional tersebut, Hendi menyampaikan keyakinannya akan pembanunan jalur underground di Simpang Lima.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah, Semarang Serius Persiapkan Summit Kota Sehat 2020

“Ketika ada yang menyangsikan bakal adanya International Convention Center di Kota Semarang, katakan Semarang bisa ! Ketika ada yang meremehkan Semarang dapat menanggulangi banjir setuntas-tuntasnya, katakan Semarang bisa!," kata dia.

Selanjutnya, rangkaian Upacara Peringatan 4 Tahun Kepemimpinan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan Hendi kepada salah seorang pejuang veteran dan pejuang lingkungan.

Acara lainnya adalah penyerahan SK Kenaikan pangkat periode 1 April 2020 tahap I kepada 354 PNS dan penyerahan CSR dari Bank Mandiri berupa dua unit mobil golf untuk digunakan sebagai pelayanan bagi pengunjung kawasan Kota Lama.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Jack Harun, Mantan Anak Buah Noordin M Top yang Kini Suarakan Pancasila

Cerita Jack Harun, Mantan Anak Buah Noordin M Top yang Kini Suarakan Pancasila

Regional
Dipecat karena Kasus Pencurian, Mantan Polisi Diringkus Saat Pesta Narkoba

Dipecat karena Kasus Pencurian, Mantan Polisi Diringkus Saat Pesta Narkoba

Regional
Warga Jakarta Ditemukan Tewas Berlumur Darah dalam Hotel di Cianjur

Warga Jakarta Ditemukan Tewas Berlumur Darah dalam Hotel di Cianjur

Regional
Video Skripsi Unilak Pekanbaru Dibuang Beredar di Medsos, Kepala Perpustakaan Dicopot

Video Skripsi Unilak Pekanbaru Dibuang Beredar di Medsos, Kepala Perpustakaan Dicopot

Regional
Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Regional
Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Regional
Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Regional
Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Regional
Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Regional
Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Regional
Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Regional
Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
komentar di artikel lainnya