133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Kompas.com - 18/02/2020, 06:55 WIB
Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumut, AKBP Ronny Nicholas menunjukkan bungkus ganja yang dipesan oleh EO (21) dari Inggris. EO mengaku sebagai chef dan mengimpor 23,1 gram ganja untuk bumbu masak. Dia ditangkap oleh tim gabungan dari Bea Cukai Kuala Namu dan Polda Sumut. KOMPAS.COM/DEWANTOROKasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumut, AKBP Ronny Nicholas menunjukkan bungkus ganja yang dipesan oleh EO (21) dari Inggris. EO mengaku sebagai chef dan mengimpor 23,1 gram ganja untuk bumbu masak. Dia ditangkap oleh tim gabungan dari Bea Cukai Kuala Namu dan Polda Sumut.

MEDAN, KOMPAs.com - Sejumlah alat bantu seks, alat kesehatan dan juga olahan makanan mengandung Sibutramin disusun di meja di aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Kuala Namu pada Senin siang (17/2/2020).

Barang-barang tersebut adalah hasil penindakan selama periode Januari 2020 oleh Bea dan Cukai Kuala Namu.

Kepada wartawan saat konferensi pers tentang penyelundupan 23,1 ganja dari Inggris oleh warga Jalan Sutrisno, Medan, berinisial EO (21), Kepala Kantor Bea dan Cukai Kuala Namu, Elfi Haris mengatakan, benda-benda tersebut disita karena masuk kategori barang terlarang atau pembatasan baik dari barang bawaan penumpang maupun kiriman dari luar negeri.

"Selama periode Januari, Bea dan Cukai Kuala Namu melakukan penindakan sebanyak 133 kasus, terdiri dari alat bantu seks atau sex toys, alat kesehatan hingga olahan bahan makanan yang mengandung Sibutramin," katanya.

Baca juga: Pesan Ganja dari Inggris Alasannya untuk Bumbu Masak, Seorang Koki di Medan Ditangkap

 

Dijelaskannya, dari barang-barang tersebut, yang paling dicegah masuk adalah sebuah barang yang dikemas dalam kotak hitam bertuliskan S Gold Coffee yang berfungsi sebagai pelangsing.

"Yang dicegah sebenarnya ini yang agak sensitif juga di kita, pelangsing sebenarnya. Tapi oleh Balai POM sudah ada peraturan yang melarangnya masuk. Ini impor. Ada (kandungan) Sibutramin itu kalau dikonsumsi itu efeknya ke jantung," katanya.

Mengenai alat bantu seks, menurut Elfi Haris, merupakan barang kiriman melalui pos kemudian disita karena di dalam Undang-undang tentang Pornografi, alat yang termasuk sebagai pornografi adalah yang memamerkan, membantu masturbasi dan segala macamnya dan dilarang masuk ke Indonesia.

Menurutnya, barang-barang terlarang paling banyak dikirim dari China.

Mengenai kerugian negara, Elfi mengatakan tidak sampai miliaran rupiah. Dia menilai, bukan dari sisi nilai rupiahnya yang dicegah, melainkan efeknya.

"(Selama periode Januari) yang dominan itu sebenarnya sex toys dan alat kesehatan. Setelah itu kita juga mencegah yang sifatnya betul-betul dilarang seperti tadi ganja, baby lobster, dan makanan olahan makanan," ujarnya.

Dikatakannya, barang-barang tersebut masuk ke kategori impor karena dari luar negeri, baik itu dibawa oleh penumpangnya langsung maupun yang dikirim melalui pos.

Baca juga: Bawa Sabu Dalam Anus, AM Ditangkap di Bandara Internasional Kuala Namu

 

Menurutnya, barang-barang tersebut diimpor dengan fungsi yang beragam. 

"Kalau sex toys itu konsumsi sendiri, karena paling banyak pengiriman itu 1 sampai 2. Tapi olahan makanan dan obatan itu untuk dijual," katanya.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X