Cerita Ayu Winda Saat Observasi di Natuna, Sempat Terbayang Bakal Diperlakukan Ala Militer

Kompas.com - 18/02/2020, 05:28 WIB
Ayu Winda Puspitasari saat menunjukkan surat sehat bebas virus corona, yang didapat usai menjalani observasi di Pulau Natuna. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHAyu Winda Puspitasari saat menunjukkan surat sehat bebas virus corona, yang didapat usai menjalani observasi di Pulau Natuna.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Sebanyak 238 WNI dievakuasi oleh pemerintah dari China, setelah virus corona melanda.

Usai sempat menjalani observasi selama 14 hari di Pulau Natuna, mereka akhirnya diperkenankan kembali ke kampung halaman masing-masing.

Termasuk, Ayu Winda Puspitasari, warga Jalan HOS Cokroaminoto, Ngaglik Timur, Lamongan, Jawa Timur.

Ayu Winda sendiri sudah hampir enam bulan berada di Wuhan, China, tempat virus corona mulai ditemukan.

Baca juga: Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Ia berada di Wuhan, dalam rangka menempuh pendidikan beasiswa bersama dengan beberapa mahasiswa lain dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kekhawatiran sempat meliputi benak Ayu Winda, anak bungsu dari dua bersaudara ini, saat mereka yang dievakuasi harus lebih dulu menjalani observasi selama 14 hari di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

"Sempat kepikiran juga saat itu, nanti dikarantina di hanggar, jangan-jangan bakal diperlakukan kayak militer," ujar Ayu Winda, saat ditemui di kediamannya, Senin (17/2/2020).

Bayangan tersebut terus terlintas di benak Ayu Winda, hingga dirinya bersama dengan para WNI lain yang dievakuasi dari China sampai di Hanggar Lanud Raden Sadjad Rinai.

"Tapi beda dengan bayangan sebelumnya, kami benar-benar mendapat perlakuan sangat baik saat karantina kemarin. Meski ada aturan-aturan yang harus kami ikuti, selama kami menjalani masa karantina," ucap dia.

Peraturan tersebut di antaranya, mereka harus bangun pagi dan berkumpul melakukan olahraga di halaman hanggar antara pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Baca juga: Dua Mahasiswa Bali yang Selesai Dikarantina di Natuna Dipantau Selama Seminggu

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X