3 Mahasiswa Asal Lamongan Masih Berada di China, Ini Alasannya

Kompas.com - 17/02/2020, 18:41 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

LAMONGAN, KOMPAS.com - Lantaran sakit batuk dan flu, Humaidi Sahid belum dapat pulang ke kampung halaman di Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur.

Ia pun saat ini masih berada di China, dan tidak jadi pulang kampung bersama Ayu Winda Puspitasari dan Pramesti Ardita Cahyani yang juga berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Namun, ternyata tidak hanya Humaidi saja yang masih berada di China saat ini.

Baca juga: Kisah WNI yang Dikarantina di Natuna dan Kenangan Hari-hari yang Berkesan...

Tapi ada juga dua mahasiswa lain asal Lamongan yang kini masih berada di Negeri Tirai Bambu, pasca virus corona melanda.

Meski demikian, mereka diketahui tidak berada di Wuhan seperti Humaidi.

Satu mahasiswa diketahui bernama Iffah Ma'shumah Fasya, warga Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Lamongan.

Baca juga: Cerita Mahasiswa asal Kalsel Usai Observasi di Natuna, Ada yang Cinlok hingga Rindu Soto Banjar

Satu lagi atas nama Miftakhul Ridwan Hakim, warga Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan.

Iffah diketahui menempuh pendidikan di Wuxi Institute of Technology di Wuxi, Jianshu, Tiongkok.

Sementara, Miftakhul menjalani kuliah di Shanghai University of Sport, Yangpu District, Shanghai, China, dan mengambil program master sport leisure.

"Beda dengan Humaidi, untuk Iffah dan Miftakhul memang tidak memilih pulang meski ada virus corona di China. Kami sudah konfirmasi keduanya," ujar sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lamongan Agus Hari saat dikonfirmasi, Senin (17/2/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X