Warga NTT Temukan Benda Diduga Bom Perang Dunia II Seberat 600 Kg

Kompas.com - 16/02/2020, 21:50 WIB
Benda yang diduga merupakan bom bekas perang dunia II, ditemukan oleh warga Desa Jenilu, Kabupaten Belu, NTT Dokumen Polres BeluBenda yang diduga merupakan bom bekas perang dunia II, ditemukan oleh warga Desa Jenilu, Kabupaten Belu, NTT

KUPANG, KOMPAS.com - Sebuah benda yang diduga merupakan bom perang dunia II, ditemukan oleh warga Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Benar, warga temukan benda yang diduga merupakan bom," ungkap Kapolres Belu AKBP Cliffry Steiny Lapian saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (16/2/2020) malam.

Baca juga: Polisi Gerebek Gudang Pembuatan Bom Ikan di Kalbar

Menurut Cliffry, benda itu memiliki berat 600 kilogram dan panjang satu meter.

Benda itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat bernama Berta Sila, di tanah kosong dekat tebing.

Saat itu Berta ini sedang mencari kayu bakar.

Awalnya, Berta mengira benda itu adalah barang antik, sehingga ia kemudian memanggil keluarga yang lain untuk mengangkut dan memindahkannya ke rumahnya.

Baca juga: Lima Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Kabul

Benda itu saat ini masih berada di halaman samping rumah Berta Sila.

"Nanti besok pagi akan dilakukan proses evakuasi oleh Tim Jihandak Brimob,"kata Cliffry.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Regional
Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Regional
Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Regional
Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Regional
'Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak'

"Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak"

Regional
Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Regional
Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Regional
Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Regional
Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Regional
Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

Regional
Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Regional
Kisah DW Kehilangan 3 Anggota Keluarga di Surabaya, Covid-19 Renggut Kakaknya yang Hamil, Ibu dan Ayahnya

Kisah DW Kehilangan 3 Anggota Keluarga di Surabaya, Covid-19 Renggut Kakaknya yang Hamil, Ibu dan Ayahnya

Regional
'Untuk Kota Surabaya Tidak Semudah yang Kita Bayangkan'

"Untuk Kota Surabaya Tidak Semudah yang Kita Bayangkan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X