Diguyur Hujan Deras, Banjir dan Longsor Terjadi di Geopark Ciletuh

Kompas.com - 16/02/2020, 20:53 WIB
Petugas Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga mengecek lokasi tanah longsor yang menimbun Jalan Taman Jaya- Ciwaru di Tanjakan Cipeucang, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2020). DINAS BINA MARGA JABAR/ ENTIS SUTISNAPetugas Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga mengecek lokasi tanah longsor yang menimbun Jalan Taman Jaya- Ciwaru di Tanjakan Cipeucang, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Diguyur hujan deras sejak siang, ruas jalan provinsi di wilayah Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun tanah longsor dan terendam banjir, Minggu (16/2/2020).

Bencana hidrometeorologi ini melanda ruas Jalan Tamanjaya-Ciwaru di tiga lokasi.

Akibatnya jalan raya menghubungkan beberapa lokasi  pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu tidak bisa dilintasi.

"Ada tiga lokasi terdampak hujan deras dari siang ini, dua terendam banjir dan satu tertimbun tanah longsor," kata Kepala Sub Unit Pengelolaan (SUP) IV Sukabumi Dinas Bina  Marga Provinsi Jawa Barat Entis Sutisna saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Tanah Bergerak, Jalan Provinsi di Sukabumi Nyaris Putus, Kendaraan Tak Bisa Melintas

Sutisna menuturkan, lokasi kejadian semuanya berada di wilayah Desa Mekarsakti.

Dua lokasi yang terendam banjir berada di Kampung Pamoyanan dan Baleerka.

Sedangkan lokasi jalan tertimbun material longsor di Tanjakan Cipeucang.

"Kalau yang tertimbun longsor ada tiga titik,  namun berdekatan. Paling parah di area KM BDG 208+400 material longsor tanah dan bebatuan serta pepohonan menimbun sepanjang 50 meter dengan ketinggian ada yang mencapai 2 meter," sambung dia.

Baca juga: Diguyur Hujan Semalaman, 9 Rumah di Sukabumi Nyaris Tertimbun Longsor

Sutisna mengaku, pihaknya telah mengerahkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Binamarga UPTD 2, memasang rambu, penutupan akses jalan dan penjagaan di lokasi.

"Saat ini kami masih menunggu alat berat yang sedang dalam perjalanan menuju ke sini (Ciemas). Mudah-mudahan jalan yang tertutup bisa kembali dibuka, dan yang banjir cepat surut," ujar Sutisna.

Sutisna menambahkan, hingga Minggu petang tidak ada antrean kendaraan bermotor di ruas jalan tersebut.

Para pengendara mobil maupun motor sudah berbalik arah melalui jalur alternatif.

"Alhamdulillah cepatnya informasi mengenai adanya banjir dan longsor di ruas jalan ini menyebar kepada warga, sehingga tidak terjadi antrean," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X