Kompas.com - 16/02/2020, 14:59 WIB
Ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright (kiri) memantau area sungai saat melakukan pencarian terhadap buaya yang terjerat ban sepeda motor di Sungai Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (12/2/2020). Selain memasang perangkap, upaya pencarian untuk menangkap dan menyelamatkan buaya liar yang terjerat ban sepeda motor oleh Satgas di bawah kendali BKSDA Sulawesi Tengah bersama dua ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson juga dilaksanakan dengan melakukan penyisiran di sepanjang sungai saat malam hari. ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAHAhli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright (kiri) memantau area sungai saat melakukan pencarian terhadap buaya yang terjerat ban sepeda motor di Sungai Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (12/2/2020). Selain memasang perangkap, upaya pencarian untuk menangkap dan menyelamatkan buaya liar yang terjerat ban sepeda motor oleh Satgas di bawah kendali BKSDA Sulawesi Tengah bersama dua ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson juga dilaksanakan dengan melakukan penyisiran di sepanjang sungai saat malam hari.

KOMPAS.com- Ahli buaya asal Australia Matthew Nicolas Wright atau Matt Wright dan tim penyelamat gabungan dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) kembali mencoba mengevakuasi buaya berkalung ban di Muara Teluk Palu.

Melansir Antara, evakuasi dilakukan pada Minggu (15/2/2020) dini hari.

Mereka memilih waktu dini hari untuk menghindari keriuhan. Sebab, suara ramai warga yang menonton membuat buaya kaget dan masuk kembali ke air.

"Evakuasi kita lakukan dini hari untuk menghindari masyarakat yang datang menyaksikan," kata Kepala Satgas Penyelamatan buaya berkalung ban, Haruna.

Baca juga: Buaya Berkalung Ban Sempat Dijerat Matt Wright tapi Kembali Lolos karena Riuhnya Warga

Kejar-kejaran

Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor berjemur di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (9/2/2020). Hasil investigasi pihak BKSDA Sulawesi Tengah menyebutkan ban sepeda motor yang menjerat leher buaya sejak tahun 2016 tersebut diduga sengaja dipasang oleh warga yang saat itu berhasil menangkap dan hendak menjadikan buaya tersebut sebagai peliharaan.ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH Seekor buaya liar yang terjerat ban sepeda motor berjemur di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (9/2/2020). Hasil investigasi pihak BKSDA Sulawesi Tengah menyebutkan ban sepeda motor yang menjerat leher buaya sejak tahun 2016 tersebut diduga sengaja dipasang oleh warga yang saat itu berhasil menangkap dan hendak menjadikan buaya tersebut sebagai peliharaan.
Dengan metode harpun, tim hampir menangkap reptil tersebut.

Harpun Matt Wright sempat mengenai buaya, namun buaya berhasil terlepas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim kembali mengejar target dengan pelampung dan tombakan harpun.

Aksi kejar-kejaran tak dapat dihindarkan. Tim penyelamat mengejar buaya berkalung ban selama kurang lebih satu jam.

Evakuasi kali ini kembali gagal lantaran tim kehilangan jejak buaya saat pelapung lepas dari badannya.

Baca juga: Viral Pawang Tangkap 2 Buaya dengan Bergulat di Sungai, Ini Ceritanya

Mengaku tak capek

Ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright memasang perangkap pada lokasi kemunculan buaya yang terjerat ban sepeda motor di Sungai Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (11/2/2020). Operasi penyelamatan buaya terjerat ban yang dilaksanakan oleh Satgas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah bersama dua ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson tersebut terus dilakukan dan kali ini dilaksanakan dengan memasang perangkap untuk menangkap satwa tersebut.ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAH Ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright memasang perangkap pada lokasi kemunculan buaya yang terjerat ban sepeda motor di Sungai Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (11/2/2020). Operasi penyelamatan buaya terjerat ban yang dilaksanakan oleh Satgas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah bersama dua ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson tersebut terus dilakukan dan kali ini dilaksanakan dengan memasang perangkap untuk menangkap satwa tersebut.
Evakuasi berakhir pada pukul 04.30 WITA.

Meski kembali gagal, ahli buaya asal Australia Matt Wright mengaku tidak akan menyerah.

"Tidak ada kata capek tim dan saya, kita akan kejar lagi," katanya.

Visa Matt diketahui akan habis beberapa hari ke depan.

Ia pun melatih beberapa orang menggunakan harpun. Sehingga sekalipun Matt kembali ke negaranya, tim satgas tetap bisa bekerja.

Baca juga: Matt Wright Sampai Terbangkan Umpan dengan Drone untuk Tangkap Buaya Berkalung Ban

Sejak tahun 2016

Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai Kota Palu, Selasa (20/9/2016). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya sejak tahun 2016 tersebut.AFP PHOTO/ARFA Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dengan ban yang menjerat lehernya terlihat di sungai Kota Palu, Selasa (20/9/2016). Pihak konservasi setempat terus berupaya melakukan penyelamatan buaya berukuran sekitar 4 meter dengan ban yang melilit lehernya sejak tahun 2016 tersebut.
Buaya berkalung ban muncul sejak tahun 2016. Saat itu upaya melepaskan ban telah dilakukan.

Berbagai cara dilakukan mulai dari memasang umpan ayam hidup hingga mendatangkan para ahli.

Tahun 2018, Panji yang merupakan salah seorang pecinta reprip mencoba membebaskan buaya berkalung ban di Palu.

Namun Panji tak berhasil.

Kini seorang ahli buaya asal Australia Matt Wright yang sudah menangkap puluhan ekor buaya di Australia ikut bergabung untuk membebaskan satwa tersebut dari jeratan ban.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Palu, Erna Dwi Lidiawati | Editor: Khairina) Antara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.