Pelajar SMP asal Cianjur Ini Juara Kontes Robot Internasional 2020

Kompas.com - 16/02/2020, 11:27 WIB
Aktivitas robotika Moch Afzal Mulkan Djunaedi (14) bersama teman sehobinya. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANAktivitas robotika Moch Afzal Mulkan Djunaedi (14) bersama teman sehobinya.

CIANJUR, KOMPAS.com - Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan seorang pelajar SMP asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bernama Moch Afzal Mulkan Djunaedi (14).

Belum lama ini, siswa kelas IX SMP Islam Al Azhar 20 Cianjur itu sukses menyabet gelar juara di kompetisi World Robotic For Peace 2020 di Johor Bahru, Malaysia.

Aboy, panggilan sang juara itu menyabet dua gelar sekaligus di kontes yang diikuti 11 negara itu, yakni Juara I untuk kategori Maze Solving dan Juara III kategori Battle Maze.

"Pesertanya dari negara-negara ASEAN, juga dari delegasi negara lainnya," kata Aboy kepada Kompas.com, Minggu (16/2/2020).

Baca juga: Cerita Alwan, Siswa SMK yang Bikin Tangan Robot dari Plastik dan Powerbank

Aboy memamerkan dua robot rancangannya itu, yang baru saja menjuarai kompetisi robot tingkat internasional tersebut.

Robot yang dilombakan untuk kategori Maze Solving merupakan robot yang difungsikan untuk mengikuti pola yang sudah ditentukan sebelumnya.

Robot tersebut harus mampu mengikuti pola untuk mencari jalan keluar dari labirin yang diberikan pihak penyelenggara kompetisi.

“Kalau yang robot untuk Battle Maze ini harus beradu cepat dan kekuatan dengan robot lawan. Berebut untuk menyelesaikan tugas yang diberikan di kompetisi,” ucapnya.

Bukan Prestasi Internasional Pertama

Sebelumnya, putra pasangan Aris Mulkan dan Lusi Rahmawati itu juga pernah mendulang prestasi tak kalah membanggakannya di tingkat Asia, yakni di Jepang.

"Dapat juara ketiga di sana. Pernah juga ikut yang di Singapura, alhamdulilah juara kedua," ucapnya.

Baca juga: Jakarta Kini Punya Robot Pemadam Kebakaran, Seperti Apa Kehebatannya?

Aboy mengaku, tak menyangka bisa bersaing di kancah internasional. Pasalnya, ia baru menekuni dunia robotika secara serius pada 2017.

"Kalau senang robotnya sejak kecil. Setiap dibelikan robot sama orangtua pasti dibongkar.  Lalu, pas masuk SMP ternyata ada ekskul robot di sekolah, jadinya yah keterusan sampai sekarang," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Regional
Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Regional
Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang 'Om, Maaf ya Om'

Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang "Om, Maaf ya Om"

Regional
Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Regional
Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Regional
Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Regional
Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Regional
Perjuangan Pengemudi Ojol Saat Pandemi, Mengais Rezeki dan Menjamin Pelanggan Tak Tertular Covid-19

Perjuangan Pengemudi Ojol Saat Pandemi, Mengais Rezeki dan Menjamin Pelanggan Tak Tertular Covid-19

Regional
Seorang Pria Tewas Usai Lompat dari Jembatan Ampera Palembang

Seorang Pria Tewas Usai Lompat dari Jembatan Ampera Palembang

Regional
Polemik Proyek 'Jurassic Park', Pemprov NTT: Harus Dibedakan Pulau Rinca dan Pulau Komodo

Polemik Proyek "Jurassic Park", Pemprov NTT: Harus Dibedakan Pulau Rinca dan Pulau Komodo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X