Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini yang Disiapkan Risma Sambut Kepulangan 34 Warga Surabaya dari Natuna

Kompas.com - 15/02/2020, 19:59 WIB
Ghinan Salman,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, memastikan siap menerima kedatangan 34 warga Surabaya yang telah menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau.

Observasi dilakukan untuk mengantisipasi virus corona pascaevakuasi WNI dari lokasi terdampak di Provinsi Hubei, China.

Puluhan warga itu dipastikan akan tiba di Bandara Internasional Juanda malam nanti, Sabtu (15/2/2020) sekitar pukul 20.15 WIB.

Baca juga: Syarat bagi Penghina Risma jika Ingin Dapat Penangguhan Penahanan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, meski 34 warga Surabaya itu dinyatakan sehat dan tak terjangkit virus corona, segala peralatan medis yang dibutuhkan tetap disiapkan.

"Kita sudah siap untuk peralatannya, terutama untuk keluarganya. Yang paling penting adalah untuk keluarganya," kata Risma kepada pers usai peresmian Jalan MERR IIC, Gunung Anyar, Surabaya.

Risma menyampaikan, Pemkot Surabaya lebih siap dan lebih tenang menerima kedatangan 34 warganya. Sebab, mereka sudah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna.

"Kemarin kan kita khawatir kalau langsung (dibawa dari Wuhan ke Surabaya) itu gimana," ujar Risma.

Baca juga: Profesor Harvard dan Menkes Terawan soal Virus Corona di Indonesia

Namun, karena sudah menjalani observasi, 34 warganya itu hanya akan dipantau oleh puskesmas untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan mereka.

Pemkot Surabaya, lanjut Risma, telah menyiapkan RSUD Bakti Dharma Husada dan RSUD Soewandhie untuk menangani pasien suspect corona.

"Puskesmas akan meninjau warga (Surabaya) dari Wuhan dua minggu sekali," ucap Risma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com