SMP di Samarinda Pasang CCTV untuk Pantau Bullying, Kehadiran Guru, hingga Ungkap Pencurian

Kompas.com - 15/02/2020, 18:07 WIB
Kepala SMPN 21 Siswanto saat menunjukan ruang pantau kamera CCTV. IstimewaKepala SMPN 21 Siswanto saat menunjukan ruang pantau kamera CCTV.

SAMARINDA, KOMPAS.com - SMP Negeri 21 di Samarinda, Kalimantan Timur, memasang 33 unit Closed Circuit Television (CCTV) di dalam maupun luar ruangan kelas.

Pantauan CCTV itu sudah memberi banyak manfaat bagi sekolah ini.

Kepala SMPN 21 Siswanto mengatakan selain sebagai antisipasi aksi perundungan alias bullying, keberadaan CCTV itu juga memantau interaksi guru dan siswa dalam kelas, termasuk memantau guru yang terlambat masuk kelas.

Baca juga: Tahanan Lapas Samarinda Tewas, Polisi Periksa 5 Napi, Petugas, dan Rekaman Kamera CCTV

Bahkan kamera pemantau itu pernah mengungkap kehilangan uang dan laptop siswa dalam kelas.

"Ada siswa kita yang hilang duit Rp 50.000, ternyata diambil temannya. Ketahuan lewat CCTV, kita panggil baik-baik beri binaan," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (15/2/2020).

Kemudian, kasus lain laptop seorang siswa ketinggalan dalam kelas. Setelah dicari ternyata disimpankan oleh temannya. Semua terpantau lewat kamera CCTV.

Baca juga: KPAID Tasikmalaya Bantah Hoaks Rekaman CCTV Pria Bermasker yang Ajak Siswi SD Berhubungan Badan

Pantauan kamera pun bisa melihat interaksi siswa dan guru. Jika ada guru yang tidak masuk jam pelajaran tertentu terpantau lewat CCTV.

Manfaat lain, kata dia pemasangan CCTV juga memantau aksi perkelahian antarsiswa, bullying, pemukulan, hingga ancaman lainnya baik dari dalam sekolah maupun luar sekolah.

"Sejauh ini belum ada. Tapi kalau ada kita langsung pantau dan ambil tindakan," jelasnya.

Dari 33 CCTV tersebut sekolah menganggarkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah dan nasional sejak 2018 sampai 2019.

Awalnya hanya dipasang di lorong-lorong sekolah, ruang kelas, laboratorium, ruang komputer, ruang guru hingga ke sebagian luar ruang seperti di tempat parkir dan belakang sekolah.

Baca juga: Merasa Dirugikan, Hotel Siap Buka CCTV Penggerebekan PSK yang Libatkan Andre Rosiade

Rencananya, tahun ini akan dipasang lima CCTV lagi di lokasi yang belum terpasang seperti di gazebo dan areal depan sekolah.

"Karena di situ penting biar memantau lingkungan sekolah, termasuk orang keluar masuk lingkungan sekolah," jelasnya.

Kamera CCTV, kata Siswanto, selalu diaktifkan 24 jam. Jika pada jam kerja kamera tersebut dipantau guru yang piket dan guru bimbingan penyuluhan (BP).

Sementara, malam hari dipantau keamanan sekolah.

Siswanto meminta agar sekolah-sekolah lain bisa mengikuti cara ini karena sangat membantu menjaga dan melindungi seluruh siswa juga guru-guru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X