Imbas Hujan Deras, Satu Rumah di Kulon Progo Rusak Diterjang Tanah Longsor

Kompas.com - 15/02/2020, 17:48 WIB
Warga dan TNI-Polri bantu keluarga Dulmanan, korban tanah longsor di Pedujuhan Keji, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo, DI Yogyakarta. DOKUMENTASI WARGAWarga dan TNI-Polri bantu keluarga Dulmanan, korban tanah longsor di Pedujuhan Keji, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo, DI Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Tanah longsor menerpa satu rumah di Pedukuhan Keji, Kalurahan (desa) Hargotirto, Kapanewon (kecamatan) Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (14/2/2020) sore.

Dinding samping rumah milik Dulmanan ini sampai jebol diterjang longsor tebing. Tidak ada korban akibat peristiwa ini.

Lokasi longsor berada di jalan kabupaten yang menghubungkan Hargotirto dengan Girimulyo.

"Kejadiannya pukul 17.00-an WIB. Semua orang baik-baik saja," kata Kepala Dukuh Keji, Salim, Sabtu (15/2/2020).

Baca juga: Tebing 40 Meter Longsor, Tutup Akses Jalan di Selatan Cianjur

Hujan menerpa wilayah Kulon Progo sepanjang Jumat (14/2/2020), sejak sore hingga malam.

Baru dua jam hujan berlangsung, tebing di bawah sebuah ruas jalan ini longsor.

Sekalipun ada banket tebing, tapi karena tanah gembur, longsor tetap menerjang rumah Dulmanan yang berada di bawahnya.

Salim menceritakan, Dulmanan dan anak sulungnya sedang tidak berada di rumah ketika peristiwa terjadi. Di rumah hanya ada istri dan anak mereka yang masih sekolah dasar. 

Kejadian itu tentu membuat mereka terkejut. "Tapi semua baik-baik saja," kata Salim.

Baca juga: Tebing di Semarang Longsor, Puluhan Warga Terancam Runtuhan Susulan

Warga mulai membantu sejak Sabtu pagi tadi. TNI dan polisi sampai berdatangan untuk membantu  mengeluarkan tanah longsor dari dalam rumah. 

Mereka juga menutup longsor yang masuk halaman samping rumah.

 

Salim mengungkapkan, mereka sengaja tidak menyingkirkan tanah ambrol. Pasalnya, mereka khawatir tanah longsor susulan terjadi dan merusak jalan yang ada di atasnya.

"Supaya tidak turun lagi kena hujan berikutnya. Kalau longsor lagi maka bisa kena  jalan di atasnya. Tanah kami ini sangat gembur," kata Salim.

Kehadiran warga yang diperkuat TNI-Polri membuat proses pembersihan rumah dari longsor berlangsung cepat. Mereka selesai tengah hari tadi.

"Semua sudah selesai siang tadi," kats Salim.

Sekadar gambaran tentang Kulon Progo, di mana kabupaten ini memiliki potensi bencana komplet.

Tanah longsor sering terjadi di daerah perbukitan Menoreh. Pada dataran rendah, kerap terjadi banjir. Belum lagi di pesisir Selatan, sering terjadi gelombang tinggi yang membahayakan.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Regional
Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Regional
Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Regional
Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Regional
Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Regional
Wanita yang Dikuburkan di Fondasi Dibunuh dengan Racun, 5 Menit Korban Tewas

Wanita yang Dikuburkan di Fondasi Dibunuh dengan Racun, 5 Menit Korban Tewas

Regional
Debat Kedua Pilkada Solo, Bajo Kompak Berbaju Hitam, Gibran-Teguh Datang Tak Bersamaan

Debat Kedua Pilkada Solo, Bajo Kompak Berbaju Hitam, Gibran-Teguh Datang Tak Bersamaan

Regional
Satgas Daerah Bantah Data Pemerintah Pusat Sebut Papua Miliki Kasus Covid-19 Tertinggi

Satgas Daerah Bantah Data Pemerintah Pusat Sebut Papua Miliki Kasus Covid-19 Tertinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X