Sempat Diguyur Hujan, Perayaan Cap Go Meh di Sukabumi Dipadati Warga

Kompas.com - 14/02/2020, 22:35 WIB
Warga padati perayaan Cap Go Meh di Vihara Widhi Sakti, Jalan Pajagalan, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/2/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTOWarga padati perayaan Cap Go Meh di Vihara Widhi Sakti, Jalan Pajagalan, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/2/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Hujan deras tak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikan Festival Budaya 2020 dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh di Sukabumi, Jawa Barat.

Perayaan tahun baru Imlek 2571 tersebut berpusat di Vihara Widhi Sakti, Jalan Pajagalan dipadati warga yang menonton, Jumat (14/2/2019).

Seperti tahun sebelumnya, pawai joli, barongsai dan liong serta kesenian daerah kembali digelar.

Baca juga: Duduk Perkara Pelajar Didenda karena Nonton Cap Go Meh di Singkawang

Antusiasme terlihat dengan adanya kerumunan warga di beberapa ruas jalan yang akan dilintasi seperti Jalan Ahmad Yani dari Alun-alun Kota Sukabumi hingga persimpangan stasiun timur.

''Saya bawa anak ingin melihat barongsai dan liong juga atraksi kesenian lainnya. Karena sudah lama juga pawai Cap Gomeh ini tidak digelar,'' ungkap Indah Permata (34), salah seorang warga saat ditanya Kompas.com di Alun-alun Kota Sukabumi.

Peserta yang mengikuti pawai ini tidak hanya berasal dari vihara di Sukabumi, melainkan juga dari kota lain seperti Bogor, Cianjur, Tangerang dan Jakarta.

''Perayaan Cap Go Meh ini melibatkan semua elemen masyarakat. Karena tema pertamanya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,'' ungkap Ketua Umum Yayasan Vihara Widhi Sakti, Iwan Iskandar di sela kegiatan.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Panitia Cap Go Meh Padang Kehilangan 100 Turis Asal China

Tak hanya itu, kesenian tradisional seperti tanjidor, debus, boles, calung, lengser ambu dan sisingaan turut ditampilkan.

''Kita berharap di Sukabumi warganya lebih bersatu, dan tidak ada lagi intoleransi,'' ujar Iwan.

Pawai budaya Cap Go Meh ini dibuka Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di depan Vihara Widhi Sakti.

Dalam sabutannya, Fahmi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjalin suasana kebersamaan, persatuan dan kesatuan.

''Cap Go Meh ini juga bagian budaya tidak terpisahkan di wilayah Kota Sukabumi. Intinya di tengah perbedaan yang ada, budayalah yang telah mempersatukan kita semua,'' kata dia.

Turut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi Letkol (Inf) Danang Prasetyo Wibowo, Wakil Kapolres Sukabumi Kota Kompol Sulaeman Salim, serta pejabat lainnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Regional
Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Regional
Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Regional
Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Regional
Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X