Anak Gajah Sumatera di Riau Mati, Diduga Alami Gangguan Pencernaan

Kompas.com - 14/02/2020, 19:49 WIB
Anak gajah terluka akibat jerat diselamatkan petugas BBKSDA Riau di Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (15/10/2019). Dok. BBKSDA RiauAnak gajah terluka akibat jerat diselamatkan petugas BBKSDA Riau di Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (15/10/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Puan Pandan Wangi, seekor anak gajah sumatera yang sempat dirawat di Pusat Latihan Gajah (PLG) di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, mati

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan, anak gajah yang berumur 5 bulan itu mati diduga akibat gangguan pencernaan.

"Penyebab kematiannya kita ketahui setelah dilakukan nekropsi. Gangguan pencernaan membuat anak gajah ini menjadi lemah dan tidak mau minum susu," kata Suharyono kepada Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: BBKSDA Riau Selamatkan Anak Gajah yang Terluka Akibat Jeratan Babi

Suharyono menjelaskan, anak gajah ini sebelumnya ditemukan terjerat di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Rimba Peranap Indah (RPI) di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada 16 Desember 2019 lalu.

Tim BBKSDA Riau bersama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kemudian mengevakuasi anak gajah.

" Anak gajah ini sudah ditanggalkan oleh kelompoknya dan terluka cukup parah di kaki kiri depan. Kemudian kita evakuasi ke PLG Minas untuk diberikan perawatan medis," sebut Suharyono.

Dia menambahkan, tim medis satwa BBKSDA Riau memberikan Puan cairan infus dan vitamin untuk mendukung ketahanan tubuhnya.

"Jumat (14/2/2020) dini hari, kondisi Puan lemah dan tidak mau lagi minum susu. Pada jam 6 pagi, Puan mati," kata Suharyono.

Baca juga: Seorang Warga Pidie Diserang Anak Gajah hingga Terluka

Untuk mengetahui penyebab kematian satwa dilindungi itu, sambung dia, petugas medis  Dhanang dengan para medis Aswar Hadhibina dan Fitrayati melakukan nekropsi.

Hasil dari nekropsi, sebut Suharyono, berat badan Puan lebih kurang 101 kilogram.

Kemudian dilihat pada organ (patologi anatomi) penyebab kematian diduga karena gangguan pencernaan, sehingga penyerapan nutrisi terganggu.

"Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah Puan dikubur di sekitar lokasi PLG Minas," pungkasnya.

 

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Regional
2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

Regional
Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Regional
Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X