WNI asal Jatim Sehat, Khofifah Minta Masyarakat Menerima dengan Baik

Kompas.com - 14/02/2020, 18:41 WIB
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). Menurut Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Plt Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, 238 orang WNI yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari akan dipantau kondisi kesehatannya saat tiba di daerah asalnya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). Menurut Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Plt Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, 238 orang WNI yang telah selesai menjalani masa observasi selama 14 hari akan dipantau kondisi kesehatannya saat tiba di daerah asalnya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 65 WNI Sabtu (15/2/2020) besok dijadwalkan kembali ke Jawa Timur, dari Wuhan, China, setelah melalui masa karantina di pulau Natuna akibat virus corona.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berpesan agar masyarakat menerima mereka dengan baik, karena mereka dalam kondisi sehat.

"Mereka sudah dinyatakan sehat dan mendapat surat keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan," kata Khofifah, di Gedung Negara Gahadi Surabaya, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Dua Warga Bali Pulang Pasca-observasi di Natuna Tak Dijemput Khusus

Mereka, kata Khofifah, juga sudah dikarantina selama 14 hari di Natuna.

"14 hari itu 2 kali masa inkubasi virus corona. Mereka masih sehat dan dinyatakan sehat," ujar dia.

Karena itu, Khofifah meminta agar masyarakat menerima para WNI tersebut dengan baik, lebih-lebih keluarga yang harus memberikan dukungan untuk mereka bisa kembali lagi berada di tengah-tengah masyarakat.

Selain masyarakat umum, kalangan kampus terutama mahasiswa juga diminta untuk bisa menerima rekan-rekan mahasiswanya kembali ke kampus untuk berkuliah.

"Karena sebagian besar WNI asal Jatim di Wuhan adalah mahasiswa," terang Khofiah.

Setelah menjalani masa observasi di Pulau Natuna sejak 2 Februari 2020, 238 WNI yang dievakuasi dari China akan segera pulang ke kampung halaman mereka masing-masing.

Mereka akan diterbangkan keluar dari Natuna pada Sabtu (15/2/2020) menuju Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Baca juga: Mahasiswi Unesa yang Diobservasi di Natuna Mengaku Sehat dan Gembira Akan Pulang Kampung

Informasi ini berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan Busroni, saat dimintai keterangan, Jumat (14/2/2020).

"Saat ini (pemulangan WNI dari Natuna) terjadwal besok (15/2/2020). Jam pastinya belum (belum diketahui). Pakai maskapai yang sama seperti kemarin," terang Busroni, saat dihubungi Kompas.com.

Para WNI tersebut rencananya akan diterbangkan menuju Bandara Halim Perdana Kusuma sebelum selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Regional
Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Regional
Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Regional
Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Regional
Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X