Polisi Tahan Penyebar Hoaks Penculikan Anak di Singkawang

Kompas.com - 14/02/2020, 16:32 WIB
Ilustrasi hoaks, hoax ShutterstockIlustrasi hoaks, hoax

SINGKAWANG, KOMPAS.com- Kepolisian Sektor Singkawang Timur, Singkawang, Kalimantan Barat, menahan seorang pemilik akun Facebook bernama Linggar karena diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait penculikan anak.

Linggar ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Kamis (13/2/2020).

"Setelah kita interogasi, yang bersangkutan mengaku bahwa informasi yang disebarkannya ke media sosial Facebook itu adalah bohong alias hoaks," kata Kapolsek Singkawang Timur, AKP Harsoyo, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Hoaks, Struk Tol untuk Klaim Asuransi dan Derek Gratis

Harsoyo mengatakan, saat menyebarkan hoaks Linggar mengunggah sejumlah foto yang ternyata adalah foto tersangka kasus pencurian.

Tersangka yang diunggah Linggar, disebut Harsoyo, sudah ditangkap polisi.

"Jadi bukan foto-foto pelaku penculikan anak," ujarnya.

Baca juga: Ribuan Pekerja Asing Illegal di Meikarta, Hoaks atau Fakta

Didampingi anggota Mapolsek Singkawang Timur, pemilik akun akhirnya meminta maaf dan mengakui kesalahannya karena telah menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Saya meminta maaf kepada pihak kepolisian serta masyarakat Kota Singkawang karena telah menyebarkan berita hoaks di akun media sosial saya," kata Linggar.



Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X