Kompas.com - 14/02/2020, 15:42 WIB
Aparat Direktorat Polairud Polda Kalimantan Barat berfoto di depan barang bukti bahan peledak untuk bom ikan yang diamankan dari sebuah gudang di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. dok Polda KalbarAparat Direktorat Polairud Polda Kalimantan Barat berfoto di depan barang bukti bahan peledak untuk bom ikan yang diamankan dari sebuah gudang di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Direktorat Polairud Polda Kalimantan Barat menggerebek sebuah gudang tempat penyimpanan bahan peledak untuk bom ikan di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Dalam penggerebekan itu, pria berinisial PS ditangkap lantaran diduga sebagai pemilik.

"Seorang pria yang diduga sebagai pemilik gudang dan bahan peledak diamankan dan dalam pemeriksaan penyidik," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go saat dihubungi Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Bom Ikan Adu Jotos dengan Anggota TNI

Selain pemilik, polisi juga menyira barang bukti berupa 19 karung berisi pupuk jenis amonium nitrat dengan total berat 437 kilogram, 7 karung berisi botol botol, 5 gen amonium nitrat, sumbu, detonator, dan TNT.

Polisi juga memeriksa tiga kapal nelayan.

"Barang bukti sedang dilakukan uji balistik oleh Jibom Detasemen Satuan Brimob Polda Kalbar,” ujar Donny.

Pengungkapan yang berawal dari laporan masyarakat ini digelar Sabtu (8/2/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.

Informasi itu menyebut tentang adanya gudang penyimpanan bahan peledak untuk pembuatan bom ikan di wilayah Pasar Sungai Melayu, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalbar.

Baca juga: Bom Ikan yang Disita Polisi di Bajoe Memiliki Jangkauan Ledak hingga 500 Meter

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi menyelidiki dan sekitar pukul 05.00 WIB dilakukan penggrebekan.

“Dari penggeledahan, ditemukan berupa tumpukan karung yang berisi amonium nitrat, TNT dan detonator tanpa adanya dokumen izin yang sah,” jelas Donny.

Tersangka PS dijerat dengan Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Buka Pameran UMKM Gayeng 2021, Ganjar: Produk Jateng Siap Masuk Pasar Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X