Opsi Hukuman 3 Siswa yang Bully Siswi di Purworejo, Pendidikan Militer hingga Jadi Relawan Disabilitas

Kompas.com - 14/02/2020, 13:38 WIB
 Viral di media sosial video tiga siswa SMP di Purworejo menganiaya seorang siswi di dalam ruang kelas. Tangkapan layar Instagram Viral di media sosial video tiga siswa SMP di Purworejo menganiaya seorang siswi di dalam ruang kelas.

KOMPAS.com- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sepakat dengan beberapa opsi hukuman bagi 3 siswa tersangka penendangan dan pemukulan terhadap siswi di Purworejo, Jawa Tengah.

Opsi-opsi tersebut dilontarkan warganet dan beberapa pihak sebagai reaksi dari viralnya video penganiayaan siswi di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo.

Beberapa orang mengusulkan, pelaku perundungan mendapatkan hukuman berupa pendidikan kemiliteran selama beberapa bulan.

"Menurut saya, hal itu (pendidikan kemiliteran) akan lebih mengena daripada mereka dihukum seperti pelaku pidana lainnya," kata Ganjar, seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Setelah Pukuli dan Tendang Siswi SMP Purworejo, 3 Siswa Ambil Paksa Uang Rp 4.000 Milik Korban

Jadi relawan disabilitas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (13/2/2020)KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (13/2/2020)
Selain opsi tersebut, opsi lain yang dipertimbangkan olehnya adalah menjadikan para pelaku sebagai relawan.

Hukuman dengan cara sosial itu, dianggap mampu menyadarkan para pelaku agar tak lagi berbuat semena-mena pada orang lain.

"Pelaku diminta menjadi sukarelawan di yayasan atau rumah difabel," kata dia.

Bahkan, lanjut Ganjar, pengelola rumah disabilitas di Kota Semarang mengusulkan pelaku menjadi sukarelawan di tempatnya.

"Saya saja sampai merinding mendengar usulan ini," ujar Ganjar.

Baca juga: 3 Pelaku Bully Siswi SMP Masih di Bawah Umur, Ganjar Minta Peradilan Digelar Tertutup

Masa depan

ilustrasi sekolah menengah pertama.DRI ilustrasi sekolah menengah pertama.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Regional
2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

Regional
Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X