Duduk Perkara Pelajar Didenda karena Nonton Cap Go Meh di Singkawang

Kompas.com - 14/02/2020, 11:38 WIB
Tangkapan layar video berpelukan antara orangtua dan guru sekolah yang meminta uang denda kepada pelajar yang menonton acara Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (13/2/2020). istimewaTangkapan layar video berpelukan antara orangtua dan guru sekolah yang meminta uang denda kepada pelajar yang menonton acara Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (13/2/2020).

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Sebuah video seorang pelajar sekolah dasar berseragam pramuka mengaku didenda gurunya sebesar Rp 30.000, setelah menonton acara Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (8/2/2020) silam.

Belum diketahui secara pasti, kapan video berdurasi 23 detik itu diambil. Namun, video tersebut menjadi viral di media sosial.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo membenarkan pengakuan siswa itu.

Baca juga: AP II Tertarik Garap Proyek Bandara Singkawang?

Namun, masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan setelah adanya klarifikasi yang dilakukan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, kepolisian, orangtua siswa, serta pihak sekolah, Kamis (13/2/2020).

Oknum guru yang meminta uang denda tersebut sudah meminta maaf atas kekhilafannya kepada orangtua murid. Orangtua murid juga sudah memaafkan.

Kemudian, pihak sekolah memastikan, kejadian serupa tidak akan terjadi lagi.

"Kami dari pihak kepolisian menyerahkan sepenuhnya kepada komite sekolah dan PGRI Singkawang untuk menyelesaikannya secara internal," ucap Prasetiyo.

Baca juga: Wapres Maruf Sebut Dakwah Harus Toleran

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, guru berinisial RS menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruannya.

"Dalam kesempatan ini, saya mengakui kesalahan saya dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, karena viralnya video tersebut telah membuat kegaduhan dan keresahan di masyarakat," ucap RS.

 

Dalam kesempatan itu, dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Dia juga harap, kejadian ini memberikan pelajaran bagi masyarakat, terutama kepada dirinya sendiri.

"Mudah-mudahan saya sebagai seorang guru, ke depan bisa lebih memahami dan mendukung keberagaman serta toleransi yang ada di Kota Singkawang," ujarnya.

Sedangkan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie membantah adanya guru yang mendenda siswanya karena menonton Cap Go Meh adalah bentuk munculnya intoleransi di kotanya.

Kejadian ini dipandangnya justru memperlihatkan Kota Singkawang adalah kota tertoleran.

Pasalnya, setelah video tersebut viral, seluruh pihak terkait turun dan duduk bersama untuk menyelesaikan.

"Semua pihak terkait seperti MUI, FKUB, Kemenag dan Polres Singkawang yang sudah sangat cepat menanggapi viralnya video tersebut," kata Tjhai Chui Mie dalam keterangan resminya melalui video, Kamis.

Baca juga: Satu Keluarga di Singkawang Jadi Pengedar Narkoba, Si Bapak Masih Buron

"Penyelesaian masalah seperti ini merupakan hal yang baik. Terlebih oknum guru yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat Kota Singkawang," ucap Tjhai Chui Mie.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk lebih arif dan bijaksana dalam menanggapi isu apapun di media sosial

"Jangan bagikan berita-berita yang dapat meresahkan dan membuat gaduh masyarakat," ujar Tjhai Chui Mie.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Sebarkan Berita Bohong, Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Dianggap Sebarkan Berita Bohong, Tiga Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

Regional
Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Satu Korban Banjir Bandang Cicurug Sukabumi Masih dalam Pencarian

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 September 2020

Regional
Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Sadis, Istri Dianiaya Suami dengan Golok hingga Jarinya Putus karena Cemburu, Ini Kronologinya

Regional
Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Regional
Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Regional
Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Regional
Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Regional
Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak 'Besok Kiamat'

Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak "Besok Kiamat"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X