Melebihi Jumlah Syarat Dukungan Independen, Penerima PKH di Jember Dikhawatirkan Jadi Komoditas Politik

Kompas.com - 14/02/2020, 08:33 WIB
Rapat dengar pendapat  antara komisi D DPRD Jember dengan Dinas Sosial tentang penerima program PKH KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADIRapat dengar pendapat antara komisi D DPRD Jember dengan Dinas Sosial tentang penerima program PKH

JEMBER, KOMPAS.com – Jumlah warga miskin penerima program keluarga harapan (PKH) di Jember mencapai 157.259 keluarga.

DPRD Jember khawatir para penerima program PKH itu dijadikan komoditas politik menjelang Pilkada Serentak 2020.

“Tahun 2018 anggaran untuk PKH sebanyak Rp 18 triliun. Namun Jelang Pilpres 2019 naik menjadi Rp 39 triliun,” kata anggota Komisi D DPRD Jember Nur Hasan saat rapat dengar pendapat dengan Dinas Sosial Jember, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Izin Usaha di Jember Lamban, Ternyata Harus Ditandatangani Bupati

Nur menduga peningkatan anggaran itu demi kepentingan politik. Ia pun mengingatkan calon kepala daerah yang bertarung di Pilkada Jember 2020 tak menjadikan penerima program PKH sebagai komoditas politik.

"Saya ingatkan PKH jangan dibawa ke politik, apalagi jelang pilkada di Jember," kata Nur.

Anggota Komisi D DPRD Jember lainnya, Ardi Pujo Prabowo membenarkan pernyataan Nur Hasan. Ardi bahkan mengibaratkan PKH sebagai partai politik.

“PKH sudah menjadi partai keluarga harapan, digunakan saat pilkades, pileg hingga pilpres, saya khawatir karena sebentar lagi pilkada. Jadi kendaraan politik,” kata Ardi.

Ardi sangat merasakan banyak pihak yang memanfaatkan penerima PKH pada Pemilu Serentak 2019, baik pileg dan pilpres. 

Apalagi, jumlah penerima PKH itu cukup memberikan dukungan bagi calon independen.

"Kami dari Fraksi Gerindra diminta mengawal ini agar tidak dimanfaatkan kepentintan politik, terutama oleh calon independen,” kata dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Regional
KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

Regional
Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Regional
Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Regional
Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Regional
Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Regional
Viral, Video Wali Kota Padang Dimaki Ibu-ibu Pedagang Kaki Lima

Viral, Video Wali Kota Padang Dimaki Ibu-ibu Pedagang Kaki Lima

Regional
Kebakaran Pabrik Plastik di Kawasan Sentul, Warga Berhamburan Keluar

Kebakaran Pabrik Plastik di Kawasan Sentul, Warga Berhamburan Keluar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X