KKP Kelas I Medan: 83 Orang Suspect Virus Corona Diobservasi di Sumut, Semua Sehat

Kompas.com - 14/02/2020, 07:05 WIB
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta melakukan Thermal Scanner (deteksi suhu tubuh) di kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (7/1/2020). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOPetugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta melakukan Thermal Scanner (deteksi suhu tubuh) di kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (7/1/2020).

KOMPAS.com, TAKENGON - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan Pri Agung AB membenarkan ada 83 WNi dan WNA yang diobservasi terkait virus corona (COVID-19) karena baru datang dari China. 

Ia merinci, dari 83 orang tersebut, 15 di antaranya adalah WNA asal China. Lalu, sisanya, adalah 66 orang warga Sumut dan dua orang warga Takengon, Aceh. 

Ke-83 orang tersebut diobservasi setibanya di bandara Kualanamu, Medan, setelah transit dari Kuala Lumpur, Malaysia. 

Baca juga: 16 Orang Baru Datang dari China ke Medan, Diobservasi di Rumah untuk Cegah Virus Corona

"Mereka berjumlah 83 orang, termasuk dari Takengon, Aceh. Saya tidak bawa datanya karena sedang berada di lapangan, di Kualanamu," kata Pri melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (13/2/2019).

"Tetapi kalau enggak salah yang di Takengon cuma dua orang." 

Baca juga: Satu Keluarga Diduga Suspect Virus Corona di Tanjungpinang, Kondisinya Sehat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dinyatakan sehat, kembali ke daerah masing-masing

Pri Agung mengatakan, ke-83 WNI dan WNA tersebut hanya dipantau atau diobservasi saja

Bahkan saat ini mereka sudah kembali ke daerah masing-masing di Sumut dan Aceh, sebab dinyatakan sehat. 

Semua WNI dan WNA tersebut saat ini diawasi Dinas Kesehatan di daerah masing-masing. 

Baca juga: Alami Demam usai Liburan ke China, 1 Pekerja Asing di Bengkulu Diobservasi

"Jadi setibanya mereka di Kualanamu kita catat, kemudian sampaikan notifikasi kepada dinas kesehatan di provinsi maupun di kabupaten kota di daerahnya masing-masing," kata Pri Agung. 

"Bahwa ada penumpang dari daratan China yang sudah kembali ke daerah dan diobservasi oleh dinas kesehatan di daerah, karena itu tanggungawab mereka." 

Baca juga: Mahasiswa Kalsel yang Kuliah di China Pulang, Sempat Diobservasi Petugas Bandara

 

Diobservasi, bukan dikarantina

"Saya sekaligus mengkoreksi pemberitaan soal istilah karantina, mereka tidak dikarantina, melainkan dipantau atau diobservasi," kata Pri Agung.

Pri mengatakan, istilah karantina beda dengan isolasi. Banyak warga tidak memahami istilah karantina sehingga menjadi khawatir akan persebaran virus corona. 

Menurut dia, jika masih observasi atau pun karantina, artinya orang tersebut sehat dan bukan berarti orang tersebut terinfeksi atau terdampak.

Baca juga: Kembali dari China, 8 Mahasiswa Diobservasi di RSUD NTB

 

Sementara jika isolasi, sudah pasti terinfeksi dan dimasukkan ke ruang khusus. 

"Ini harus dijelaskan kepada masyarakat, karantina itu dilakukan kepada mereka yang sehat. Kalau sudah terdampak, atau sudah mengalami, itu pasien akan dimasukkan ke ruang isolasi," kata Pri Agung.

"Salah itu, enggak ada dikarantina. Sekali lagi ya, kita koreksi, itu diobservasi. Kalaupun (tersebut) istilah karantina, itukan terminologi, artinya mereka orang sehat," pungkas Pri Agung.

Baca juga: Dugaan Virus Corona di Kepri, 11 Orang Diobservasi, 1 Diisolasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X