Ini Penyebab Wabah Muntaber di Tanimbar yang Menewaskan 10 Orang

Kompas.com - 13/02/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi sakit ShutterstockIlustrasi sakit

AMBON, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengungkap sejumlah faktor penyebab mewabahnya penyakit muntaber yang menyerang lebih dari seribu warga dan menewaskan sepuluh orang di wilayah tersebut dalam sebulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar, Edwin Tomasoa mengatakan, salah satu penyebab mewabahnya penyakit muntaber di wilayah tersebut lantaran perilaku hidup tidak sehat yang selama ini terjadi di masyarakat.

“Jadi, ada beberapa hal yang mempengaruhi seperti kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat yang masih kurang di masyarakat,” kata Edwin, kepada Kompas.com, saat dimintai tanggapannya, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: 10 Warga Tanimbar, Maluku, Tewas karena Wabah Muntaber

Dia menuturkan, sampai saat ini, masih ada banyak warga di Kepulauan Tanimbar yang tidak memiliki fasilitas mendasar seperti kakus atau jamban di rumahnya.

Kemudian, ada warga yang hingga kini masih mengonsumsi air yang tidak direbus terlebih dahulu.

“Mereka (warga) ada yang belum punya jamban ada juga beberapa yang minum air yang tidak dimasak,” sebut dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain dua masalah mendasar tersebut, Edwin mengungkapkan faktor cuaca yang selalu terjadi setiap tahun di bulan Desember hingga Januari di wilayah tersebut selalu memunculkan banyak lalat, sehingga lebih memperburuk mewabahnya penyakit tersebut.

“Kemudian, di Tanimbar itu akhir Desember sampai Januari itu musim angin barat, itu banyak lalat, jadi itu menambah banyaknya kasus muntaber,” katanya.

Baca juga: Baru Kembali dari Malaysia, Satu Warga Tanimbar Diduga Terjangkit Virus Corona

Sebelumnya diberitakan, wabah penyakit muntaber menjangkit lebih dari 1.000 warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, sejak Januari hingga Februari 2020.

Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 10 warga di tujuh desa tewas akibat wabah penyakit itu.

Meski jumlah warga yang terserang muntaber mencapai lebih dari 1.000 orang dan telah menewaskan 10 warga, namun pemerintah daerah setempat tidak memberlakukan status KLB di wilayah tersebut. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X