Bupati Karimun Angkat Bicara soal Penolakan Warga atas Pembangunan Gereja

Kompas.com - 13/02/2020, 18:02 WIB
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan terkait permasalahan penolakan yang dilakukan warga terhadap pembangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) sudah selesai. Bahkan saat ini kabupaten Karimun sendiri kondusif dan aman, bahkan umat beragama katolik sampai saat ini bebas menjalankan ibadahnya tanpa ada tekanan dari pihak manapun, Kamis (13/2/2020). SCREENSHOT VIDEO DEKLARASI FKUB KARIMUNBupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan terkait permasalahan penolakan yang dilakukan warga terhadap pembangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) sudah selesai. Bahkan saat ini kabupaten Karimun sendiri kondusif dan aman, bahkan umat beragama katolik sampai saat ini bebas menjalankan ibadahnya tanpa ada tekanan dari pihak manapun, Kamis (13/2/2020).

KARIMUN, KOMPAS.com - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, permasalahan penolakan warga atas pembangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), sudah selesai.

Kabupaten Karimun saat ini sudah kondusif dan aman.

Menurutnya, umat Katolik sampai saat ini bebas menjalankan ibadahnya tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

"Alhamdulillah semuanya sudah aman dan kondusif, tidak ada intimidasi lagi. Bahkan kami Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) juga berkali-kali rapat dan tidak ada masalah yang berarti di Karimun," kata Aunur Rafiq melalui telepon, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Mahfud MD Sebut Kasus Penolakan Pembangunan Gereja di Karimun Sudah Selesai

Aunur menambahkan, dalam pertemuan itu, berbagai pihak menyepakati beberapa hal, di antaranya, semua pihak saling menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait izin mendirikan Bangunan (IMB) Gereja Paroki Santo Joseph.

Aunur juga mengatakan bahwa ada usulan dari umat Islam agar dilakukan relokasi pembangunan gereja. Sebab Gereja Santo Joseph diusulkan jadi cagar budaya.

"Namun yang jelas saat ini kami warga Karimun dalam kondisi kondusif dan permasalahan kemarin sudah selesai. Semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di PTUN," jelasnya.

"Pagi tadi FKUB bersama perwakilan masing-masing pemuka agama di Karimun juga sudah deklarasi menyatakan Karimun aman dan kondusif," katanya menambahkan.

Sebelumnya, renovasi total gereja Katolik itu mendapat penolakan dari sekelompok warga di Karimun, yang menghendaki gereja tersebut direlokasi dan dijadikan cagar budaya.

Belakangan Presiden Joko Widodo angkat bicara soal penolakan tersebut.

Jokowi menilai, Pemkab Karimun tak terlihat begerak cepat untuk mengatasi masalah ini.

Karena itu, ia menginstruksikan Kapolri dan Menko Polhukam untuk turun langsung menangani masalah ini.

Baca juga: Jokowi Singgung Pemda Karimun yang Tak Bisa Atasi Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah

Ia mengatakan, tak semestinya ada penolakan pembangunan rumah ibadah di mana pun itu.

Sebab, kata Jokowi, UUD 1945 menjamin kebebasan setiap warga negara memeluk dan menjalankan ajaran agamanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal'

"Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal"

Regional
Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X