Beberapa Hari Lagi Polisi Umumkan Hasil Otopsi Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong

Kompas.com - 13/02/2020, 15:26 WIB
Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota sedang olah TKP penemuan mayat di gorong-gorong sekolahnya, Selasa (28/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHATim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota sedang olah TKP penemuan mayat di gorong-gorong sekolahnya, Selasa (28/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota sampai sekarang masih menunggu hasil otopsi Delis Sulistina (13), siswi SMP yang tewas di gorong-gorong sekolahnya.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, hasil otopsi tersebut nantinya akan mengungkap misteri kematian Delis.

Berdasarkan keterangan Tim Forensik Polda Jawa Barat, hasil otopsi bisa diketahui dalam jangka waktu 14 sampai 20 hari kerja terhitung sejak pelaksanaan otopsi pada Selasa (28/1/2020).

"Kalau sesuai keterangan tim Forensik hasilnya antara 14 hari sampai 20 hari. Kalau yang 20 hari berarti beberapa hari lagi," jelas Dadang kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Jawab Siswi yang Tewas di Gorong-gorong Ada Bersama Dirinya, Ayah Delis: Saya Hilang Ingatan

Meski demikian, kata Dadang, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi lanjutan secara resmi terkait hasil otopsi tersebut.

Pihaknya pun masih menunggu hasil otopsi dari Tim Forensik Polda Jawa Barat untuk mengungkap misteri kematian Delis apakah disebabkan tindak pidana kejahatan atau bukan.

"Pastinya belum ada, kami juga masih nunggu," pungkas Dadang.

Diberitakan sebelumnya, tim Forensik Polda Jawa Barat mengaku kesulitan menentukan bekas luka pada mayat siswi SMP berseragam Pramuka yang ditemukan di gorong-gorong sekolahnya akibat telah membusuk.

Baca juga: Kata Kriminolog soal Kasus Delis: Tak Ada Saksi Mata, Polisi Andalkan Insting dan Butuh Hasil Otopsi

Hasil sementara proses otopsi yang telah dilaksanakan belum bisa memastikan penyebab kematian apakah korban dibunuh atau kecelakaan.

"Kalau kita lihat dari tanda pembusukannya antara 2 sampai 3 hari korban meninggal. Karena mayat sudah membusuk, sehingga untuk menentukan adanya luka-luka menjadi sangat sulit," jelas Dokter Forensik Polda Jawa Barat Fahmi Arief Hakim seusai pelaksanaan otopsi di RSUD dr Soekardjo, Selasa (28/1/2020) petang.

Pelaksanaan otopsi dilaksanakan sejak siang sampai Selasa petang. Pelaksanaan otopsi sesuai standar yakni pemeriksaan mayat bagian luar dan dalam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X