Viral Gerobak Sampah Jalan Sendiri di Rumah Sakit, Kontur Tanah Turun, Diduga karena Angin

Kompas.com - 13/02/2020, 10:01 WIB
Lokasi Gerobak Sampah RSUD Wonosari, Gunungkidul Rabu (12/2/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOLokasi Gerobak Sampah RSUD Wonosari, Gunungkidul Rabu (12/2/2020)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan sebuah gerobak sampah berjalan sendiri di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Video tersebut beredar di media sosial, salah satunya diunggah di akun Twitter @pergusoID.

Di video berdurasi 30 menit itu, terlihat gerobak sampah yang diletakkan di dekat sebuah ruangan berpintu bergerak ke arah kamera CCTV.

Kepala Instalasi dan Sanitasi RSUD Wonosari, Priyatno Budiharto mengatakan lokasi di video tersebut ada di depan tempat pembuangan sampah medis B3 RSUD Wonosari.

Jika dilihat, video tersebut diambil saat siang hari. Priyatno menjelaskan di video tersebut terlihat pintu terbuka yang menunjukkan ada orang di dalam ruangan.

Ia enggan mengaitkan gerobak sampah yang jalan sendiri dengan hal gaib. Ia menyebut ada kemungkinan gerobak tersebut bergerak karena angin atau ulah manusia.

"Kalau melihat video itu, itu siang hari dan pintu dibuka, Insya Allah ada orangnya sebenarnya. Kalau lihat videonya, bisa kemungkinan angin, hanya angin bisa juga. Ada istilahnya yang usil lempar batu atau apa saya enggak tahu," kata Priyanto, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Heboh Video Gerobak Sampah Jalan Sendiri di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Ini Penjelasannya

Dari pantauan Kompas.com di lapangan, kontur tanah tempat gerobak sampah jalan sendiri menurun.

Terkait beredarnya video tersebut, manajemen RSUD akan menelusuri siapa yang menyebarkan video tersebut.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari Sumartono mengatakan rekaman kamera CCTV hanya untuk internal RSUD Wonosari.

Baca juga: Kasasi Ditolak, Anggota DPRD Gunungkidul yang Telantarkan Istri Dipenjara 3 Bulan

"Terkait ada video ini saya tahu dari konfirmasi teman-teman. Setelah itu baru saya telusuri, termasuk yang menyebarkan juga akan kami usut. Karena CCTV kan untuk pengawasan bukan untuk konsumsi publik," ucap Sumartono saat ditemui di ruangannya.

"Kemungkinan yang terjadi seperti itu dari yang punya alatnya (Petugas)," kata Sumartono menambahkan.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Markus Yuwono | Editor: David Oliver Purba)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

Regional
Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X