Jauh dari Wuhan, Lima Pelajar asal Jember Bertahan di China

Kompas.com - 13/02/2020, 07:19 WIB
Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger saat menjelaskan tentang pelajar yang belajar di China pada Komisi D DPRD Jember KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADIKepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger saat menjelaskan tentang pelajar yang belajar di China pada Komisi D DPRD Jember

JEMBER, KOMPAS.com – Lima pelajar SMK Perikanan dan Kelautan Puger masih bertahan di China meski wabah virus corona 'covid-19' masih menghantui Negeri Tirai Bambu itu.

“Ada lima pelajar yang kami sedang berada di China,” kata Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kuntjoro Basuki Dhiya’udddin usai rapat dengar pendapat dengan komsisi D DPRD Jember, Rabu (12/2/2020).

Mereka berada di Wuxi dan Nanjing, Provinsi Jiangsu. Lokasi itu berjarak sekitar 500 kilometer dari pusat wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei.

Baca juga: Virus Corona Muncul, Harga Bawang Naik dan Menu Hewan Liar di GrabFood Dihapus

SMK Perikanan dan Kelautan Puger telah menjalin kerja sama dengan China. Mereka kerap mengirimkan siswa untuk pertukaran pelajar selama tiga tahun terakhir.

Sebanyak 13 anak telah menjalankan program pertukaran pelajar tersebut di sejumlah lokasi di China.

Satu anak telah lulus dari program tersebut. Sementara, tujuh anak telah pulang karena liburan sebelum merebaknya virus corona di Wuhan.

“Kami pantau terus, komunikasi terus. Bahkan lima anak yang di sana aman karena jauh dari Wuhan,” jelas Kuntjoro.

Kuntjoro mengatakan, kampus juga memberikan jaminan keamanan bagi lima siswa SMK Kelautan dan Perikanan Puger tersebut. Mereka ditempatkan di asrama.

Orangtua juga tak mengeluh karena lima siswa itu bisa menenangkan mereka.

“Anak-anaknya tetap ingin lanjut, mereka memastikan kondisinya aman,” tutur Kuntjoro.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Indonesia Berpotensi Kehilangan Devisa Rp 40,7 Triliun

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini mengatakan, tujuh pelajar yang telah pulang ke China itu telah menjalani observasi. Tujuh pelajar itu pulang sekitar tiga minggu lalu.

“Yang SMK sudah dilakukan pemantauan. Kami lakukan pengamatan selama 14 hari, tidak ada gangguan yang masuk daftar diagnosis,” jelas Dyah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X