Kompas.com - 12/02/2020, 16:36 WIB
Buchtar Tabuni salah satu tapol Papua saat diruang sidang PN Balikpapan, Selasa (11/2/2020). HO/Cipto Harian KompasBuchtar Tabuni salah satu tapol Papua saat diruang sidang PN Balikpapan, Selasa (11/2/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sidang pertama pembacaan dakwaan untuk tujuh terdakwa kerusuhan Papua sudah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (11/2/2020).

Tujuh terdakwa yang disidangkan dengan dugaan makar yakni Alexander Gobay, Fery Kombo, Hengki Hilapok, Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin, Steven Itlay, dan Agus Kossay.

Dalam sidang dakwaan, tim jaksa yang diketuai Adrianus Tomana dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mendakwa ketujuh orang tersebut membuat penghasutan untuk perbuatan makar.

Baca juga: Total 7 Tersangka Kerusuhan Jayapura yang Dipindahkan ke Kaltim

Oleh karena itu, ketujuh orang itu dikenakan dengan Pasal 106 KUHP, Pasal 110 ayat (1) KUHP, Pasal 82 APP No 12/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 160 KUHP, dan Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang penghasutan untuk membuat makar dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Mereka ingin memisahkan diri dari negara Republik Indonesia," kata Adrianus dalam isi dakwaannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu kuasa hukum dari tujuh terdakwa, Yohanis Mambrasar mengatakan akan menyampaikan dua poin keberatan atas dakwaan jaksa dalam sidang eksepsi, Kamis (20/2/2020) mendatang.

Menurut Yohanis, pihaknya keberatan atas penggunaan pasal makar bagi ketujuh kliennya. Sebab, saat ditangkap, kliennya hanya melakukan demo protes rasisme.

Tidak ada unsur makar atas aksi tersebut.

"Pasal itu kabur," ungkap dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Bahkan, dalam dakwaan, kata dia, jaksa sendiri menyebut para terdakwa ditangkap karena melakukan aksi protes rasisme.

"Artinya pasal makar adalah salah. Makar itu harus ada tindakan perbuatan. Makar itu deliknya materiil jadi harus sudah ada perbuatan, kalau hanya ngomong belum bisa dikenakan," jelasnya.

Kemudian, keberatan lain, soal sidang yang digelar di PN Balikpapan.

Menurut dia, lokasi ini membuat para terdakwa kesulitan menghadirkan keluarga, pun para saksi yang seluruhnya dari Papua.

Bahkan, saksi dari JPU dari Papua, pasti akan membebankan biaya besar.

Selain itu, untuk wilayah hukum sebenarnya sidang tersebut digelar di PN Jayapura karena para terdakwa melakukan perbuatan hukum di Jayapura, Papua.

"Karena kewenangan relatif PN untuk mengadili perkara berdasarkan wilayah hukum," kata dia.

Baca juga: Tujuh Tersangka Kerusuhan Jayapura Segera Disidang

Menurut Yohanis, jika tidak, maka pengadilan melanggar kompetensi relatif itu sendiri. Juga prinsip peradilan soal mudah, ringan dan cepat. Sidang di PN Balikpapan menjadi berat bagi keluarga para terdakwa untuk hadir.

"Faktanya tidak semua keluarga terdakwa datang ikut sidang kemarin. Cuma ada dua istri dari dua terdakwa saja," jelasnya.

Jika pemindahan sidang para tapol ke PN Balikpapan dengan alasan kondusivitas, bagi Yohanis, hanya alasan yang dibuat-buat.

Sebab, ada beberapa kasus yang sama juga disidangkan di PN Jayapura, bahkan lebih dari 50 perkara dan semuanya berjalan aman.

Kendati demikian, Yohanis berharap hakim bisa mengambil keputusan yang adil di tengah sorotan publik terhadap kasus ini.

Diketahui, ketujuh warga Papua ini ditangkap di Jayapura dan Sentani dengan waktu yang berbeda-beda pada September 2019 setelah kerusuhan di Kota Jayapura.

Polisi lalu memindahkan ketujuh orang ini ke Polda Kaltim dengan alasan keamanan pada 4 November 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.