Razia Warung Kopi, Cara Satpol PP Surabaya Cegah Aksi Gangster Remaja

Kompas.com - 12/02/2020, 15:21 WIB
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan dan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) merazia ponsel pelajar SMP Surabaya. Dok. Pemkot SurabayaPemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan dan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) merazia ponsel pelajar SMP Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya rutin menggelar patroli untuk merazia pelajar di beberapa titik rawan kejahatan.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, patroli melibatkan jajaran kepolisian dan TNI.

"Kita melakukan patroli setiap malam, kami juga sangat terbantu bersama dengan beliaunya (TNI-Polri)," kata Irvan dikonfirmasi, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Pemkot Surabaya Menggelar Razia Ponsel Pelajar, Ini Alasannya

Tak hanya itu, Irvan menyebut, jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan, juga getol melakukan patroli rutin bersama.

Mereka menggelar patroli bersama jajaran polsek dan koramil setempat.

Beberapa titik yang menjadi sasaran patroli adalah warung-warung yang memperjualbelikan minuman keras.

Selain itu, Satpol PP juga merazia warung kopi yang biasa dijadikan tempat berkumpul bagi pelajar.

"Sasaran kita warung-warung yang terindikasi menjual miras, kemudian warkop (warung kopi) yang kita sinyalir mereka menjadi tempat nongkrong para ananda (pelajar) kita ini," ungkap Irvan.

Hal itu juga dilakukan selain razia ponsel yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Melalui ponsel yang disita dari pelajar, Satpol PP bisa mengetahui rencana tawuran antarpelajar.

Sehingga, Satpol PP bisa langsung mengantisipasi hal itu.

"Ibu Wali Kota juga memerintahkan kepada kami bersama beberapa OPD untuk melakukan razia sweeping HP, khususnya siswa SMP," kata Irvan.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah mendengar kabar maraknya gangster yang berkeliaran di Kota Surabaya.

Baca juga: Risma Kebut Pengerjaan Proyek Flyover JLLB Surabaya

Semenjak ramai gangster berkeliaran di Surabaya, Risma menyebut, Pemerintah Kota Surabaya telah memasang kamera face recognition (pendeteksi wajah) dan juga rutin menggelar patroli bersama pihak kepolisian.

"Kami sudah pasang kamera face recognition. Jadi, nanti kalau sudah ditangkap tidak ada lagi yang ngeles bahwa saya tidak ikut di situ (gengster), karena ini juga sudah tersambung dengan kependudukan," kata Risma, di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (5/2/2020).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Rilis Protokol Pencegahan Covid-19 untuk Aparat Keamanan

Menkes Rilis Protokol Pencegahan Covid-19 untuk Aparat Keamanan

Regional
Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Regional
AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

Regional
'Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir'

"Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir"

Regional
Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X