Posisi Tenaga Honorer di Ibu Kota Baru Diusulkan Diambil dari Pemprov Kaltim

Kompas.com - 12/02/2020, 12:45 WIB
Para peserta CPNS usai mengikuti tes di Gedung Assessment Center Jalan Kartini Nomor 13, Samarinda, Selasa (11/2/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONPara peserta CPNS usai mengikuti tes di Gedung Assessment Center Jalan Kartini Nomor 13, Samarinda, Selasa (11/2/2020).

 

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap tenaga honorer atau kontrak yang ada di lingkungan Pemprov Kaltim bisa mengisi kebutuhan di provinsi ibu kota negara baru.

Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, Gubernur Kaltim Isran Noor sedang memikirkan skema tersebut.

Menurut Syafranuddin, Gubernur Kaltim akan mengusulkan ke Kementerian Pemberdayagunaan Aparat Sipil Negara (PAN-RB) terkait rencana tersebut.

"Tenaga honorer kita punya kemampuan yang bisa diandalkan dengan kompetensi sesuai bidang masing-masing," ungkap Syafranuddin melalui rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Bupati di Ibu Kota Negara Akan Bersihkan Oknum Penghambat Investasi

Selanjutnya, Pemprov Kaltim akan menyerahkan syarat usia kepada Kementerian PAN-RB untuk penempatan di berbagai kementerian atau lembaga di provinsi ibu kota negara baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita hanya mengusulkan bagaimana caranya agar tenaga honorer bisa mengisi di ibu kota negara nanti," terangnya.

Baca juga: Bukan Sebagian, Seluruh Wilayah Penajam Paser Utara Akan Jadi Ibu Kota Negara

Diketahui, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas punya dua skenario pemindahan ASN ke ibu kota negara baru.

Skenario pertama, total eksekutif, yudikatif, legislatif itu sekitar 195.000 orang dengan estimasi biaya Rp 446 triliun dan 40 hektar lahan.

Sedang, skenario kedua ada 111.000 orang dengan estimasi biaya Rp 323 triliun dengan kebutuhan lahan 30.000 hektar.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menunjuk Kaltim sebagai lokasi pemindahan ibu kota negara baru.

Dua wilayah yang dijadikan ibu kota negara yakni Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.