Jelang Pilkada 2020, Polres Jember Ungkap Peredaran Uang Palsu

Kompas.com - 12/02/2020, 12:27 WIB
Dua pengedar uang palsu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember. KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADIDua pengedar uang palsu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember.

JEMBER, KOMPAS.com – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, peredaran uang palsu di Kabupaten Jember, Jawa Timur, semakin meningkat.

Polres Jember mengungkap praktik peredaran uang palsu tersebut.

Uang palsu yang berhasil disita sebanyak 222 lembar senilai Rp 16 juta.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, peredaran uang palsu itu ada keterkaitan dengan pelaksanaan PIlkada.

“Untuk itu, kami mencegah terjadinya money politic yang dilakukan beberapa kelompok atau orang,” kata Alfian saat konferensi pers di Mapolres Jember, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Kejari Jember Tetapkan Satu Lagi Tersangka Korupsi Pasar

Menurut dia, polisi fokus melakukan pengawasan jelang Pilkada 2020.

Peredaran uang palsu dikhawatirkan terus berulang.

Sebab, kasus serupa pernah terungkap pada 6 Januari 2020 lalu.

“Satreskrim Polres Jember telah melakukan target operasi pada dua tersangka yang melakukan pengedaran uang palsu,” kata Alfian.

Salah satu tersangka adalah TAS, warga Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger.

Baca juga: Mobil Tercebur ke Sungai di Blitar, Sopir Tewas

Dia merupakan residivis yang juga pernah melakukan kejahatan yang sama, yakni mengedarkan uang palsu.

“Praktik peredaran uang palsu di Kecamatan Jenggawah,” kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X