Seputar Kongres PAN di Kendari, Zulkifli Hasan Terpilih Lagi hingga Kronologi Kericuhan

Kompas.com - 12/02/2020, 06:00 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan), Senior Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa (tengah) dan sejumlah kader PAN lainnya berkumpul saat kericuhan terjadi di sidang pleno Kongres PAN di Kendari,  Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). Sidang pleno dengan agenda Pembahasan Tata Tertib Kongres berujung kericuhan antar pendukung hingga keduanya saling melemparkan kursi, botol minuman dan makanan serta beradu argumen dengan nada keras. ANTARA FOTO/Jojon/foc. ANTARAFOTO/JOJONKetua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan), Senior Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa (tengah) dan sejumlah kader PAN lainnya berkumpul saat kericuhan terjadi di sidang pleno Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). Sidang pleno dengan agenda Pembahasan Tata Tertib Kongres berujung kericuhan antar pendukung hingga keduanya saling melemparkan kursi, botol minuman dan makanan serta beradu argumen dengan nada keras. ANTARA FOTO/Jojon/foc.

KOMPAS.com - Sempat diwarnai kericuhan, Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, memutuskan Zulkifli Hasan menjadi Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

Keputusan tersebut berdasar hasil perolehan suara, yaitu Zulkifli berhasil 331 suara, Mulfachri 225 suara, dan Dradjad Wibowo memperoleh 6 suara.

Lalu, tercatat ada 3 suara tidak sah.

Sementara itu, polisi mengamankan 3 orang dalam kericuhan saat Kongres V PAN di Hotel Clarion, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Zulkifli terpilih kembali pimpin PAN

Mulfachri Harahap memeluk Zulkifli Hasan di Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).KOMPAS.com/Haryantipuspasari Mulfachri Harahap memeluk Zulkifli Hasan di Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Berdasarkan hasil pemungutan suara, anggota Steering Committee dalam Kongres V PAN, Totok Daryanto, mengumumkan bahwa Zulkifli Hasan memimpin kembali Partai PAN untuk periode 2020-2025.

Dalam pemungutan suara tersebut, ditetapkan ada 563 suara yang mengikuti proses pemilihan, dari 590 suara dalam Kongres V PAN secara keseluruhan.

Sejatinya, pemungutan suara ini dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa (11/2/2020) malam.

Namun, setelah terjadi kericuhan antar-para pendukung, pemungutan suara dipercepat.

"Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, saudaraku Zulkifli Hasan dengan ini ditetapkan menjadi Ketua Umum PAN," ucap Totok.

Baca juga: Zulkifli Hasan Terpilih Jadi Ketua Umum PAN Periode 2020-2025

2. Polisi amankan tiga orang dalam kericuhan

Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan

Diduga sebagai provokator, tiga orang ditangkap polisi pasca-kericuhan dalam acara Kongres PAN di Kendari.

Menurut Direskrimum Polda Sultra Kombes La Ode Aries Elfatar mengatakan, tiga orang itu ditangkap karena mencoba masuk dalam ruangan untuk mengganggu proses jalannya kongres.

"Kita amankan tiga orang karena mereka mencoba mengganggu proses kongres. Kita akan menindak orang-orang yang akan mengganggu jalannya kongres," ujar Aries saat ditemui di lokasi kongres, Selasa.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Orang yang Buat Onar di Kongres V PAN

3. Sejumlah peserta kongres terluka

Kericuhan kembali terjadi di Kongres V PAN pada hari kedua, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).KOMPAS.com/Haryantipuspasari Kericuhan kembali terjadi di Kongres V PAN pada hari kedua, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Aries menambahkan, sepuluh peserta kongres mengalami luka-luka dalam kericuhan tersebut.

Empat di antaranya harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Salah satu korban terluka adalah Ketua DPD Banyuwangi. Sementara itu, ada satu orang yang dirawat di rumah sakit karena mengalami serangan jantung.

Selain itu, sejumlah pintu masuk ke area kongres juga mengalami kerusakan.

Baca juga: Kongres V PAN Ricuh, 10 Kader Termasuk Ketua DPD Terluka

4. Kronologi kericuhan

Personel Brimob Polda Sulsel gelar zikir sebelum melakukan pengamanan kongres PAN ke V di Hotel Claro KendariKIKI ANDI PATI/KOMPAS.com Personel Brimob Polda Sulsel gelar zikir sebelum melakukan pengamanan kongres PAN ke V di Hotel Claro Kendari
Sebelum kongres resmi dibuka, kericuhan sempat terjadi saat sekelompok orang memaksa panitia kongres menutup pendaftaran peserta kongres.

Dilansir dari Antara, sekelompok massa tersebut berteriak waktu pendaftaran telah selesai.

Seperti diketahui, pendaftaran peserta molor hingga pukul 14.30 Wita.

Sementara itu, pada hari kedua kongres, kericuhan terjadi antara dua pendukung Zulkifli dengan Mulfachri.

Kedua kelompok pendukung terlibat saling ejek dan nyaris adu jotos. Aparat keamanan segera bertindak mengamankan situasi.

Setelah itu, saat rapat pleno, para peserta kongres terlibat aksi lempar kursi dan botol air mineral.

Kericuhan diduga karena kelompok pendukung Zulkifli menolak keluar sidang saat skors.

Baca juga: Kronologi Kericuhan Kongres PAN di Kendari, Saling Ejek hingga Menolak Keluar Ruangan

(Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati, Haryanti Puspa Sari | Editor: David Oliver Purba, Bayu Galih)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Usai Beraksi, Begal Ini Ditangkap karena Ponsel Korban

Kecelakaan Usai Beraksi, Begal Ini Ditangkap karena Ponsel Korban

Regional
Kafan yang Dicuri dari Makam Seorang Wanita Ditemukan Bersamaan dengan Sebuah Boneka

Kafan yang Dicuri dari Makam Seorang Wanita Ditemukan Bersamaan dengan Sebuah Boneka

Regional
Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siap Perang

Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siap Perang

Regional
2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

Regional
Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Regional
Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Regional
Dinkes Riau: Mayoritas Pasien Corona yang Meninggal Punya Diabetes

Dinkes Riau: Mayoritas Pasien Corona yang Meninggal Punya Diabetes

Regional
Diejek karena Jadi Buruh Sawit, Pria Ini Bunuh Temannya dengan Parang

Diejek karena Jadi Buruh Sawit, Pria Ini Bunuh Temannya dengan Parang

Regional
Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

Regional
Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

Regional
Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

Regional
Viral, Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

Viral, Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

Regional
'Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan'

"Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan"

Regional
RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

Regional
Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X