Diduga Pembunuh Sopir Taksi Online yang Jenazahnya Diikat Pemberat Lebih dari Satu Orang

Kompas.com - 11/02/2020, 22:35 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.

KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, hingga kini masih memburu pembunuh sopir taksi online asal Kabupaten Kudus, Tri Ardiyanto (40).

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengatakan, dari penyelidikan sementara, diduga pembunuh Tri lebih dari satu orang.

"Jika melihat sejumlah fakta di lapangan, pelakunya diduga lebih dari satu orang karena saat korban ditemukan meninggal di saluran irigasi diikat dengan tali rafia dan diberi pemberat dengan batu bata," kata Rismanto, di Kudus, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: Grab Bantu Polisi Selidiki Pembunuhan Sopir Taksi Online di Jepara

Hanya saja, kata dia, untuk memastikan jumlah pelakunya tentu harus menangkap pelakunya terlebih dahulu.

Termasuk mobil korban yang dibawa kabur pelaku beserta barang berharga milik korban.

Berdasarkan hasil otopsi tim medis, korban yang ditemukan Kamis (6/2/2020) pukul 06.10 WIB, diduga meninggal sejak dua hari sebelumnya.

Penyebab kematiannya karena tusukan senjata tajam di bagian dada.

Korban diketahui terakhir menerima pesanan dari penumpang secara daring pada 4 Februari 2020, ketika mengantarkan penumpang ke Perumahan MVR di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

"Setelah itu, apakah masih menerima pesanan atau tidak masih dalam penyelidikan. Pemesan secara daring juga sudah dimintai keterangannya. Ternyata memang benar diantarkan sesuai tempat tujuan. Setelah itu, apakah ada penumpang yang minta diantarkan ke tempat tujuan secara 'offline' yang sedang diselidiki," ujarnya.

Tim gabungan dari Polres Kudus, Polres Jepara dan Polda Jateng juga masih mencari keberadaan mobil Honda Jazz warna putih milik korban.

Masyarakat yang mengetahui atau menemukan ada orang yang menjual mobil dengan jenis dan warna serupa, serta mencurigakan diminta melaporkan ke polisi.

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas Mengambang dengan Kaki Diikat Pemberat, Sopir Taksi Online Pamit Antar Penumpang

Adapun motif pelakunya juga belum bisa dipastikan apakah murni perampasan kendaraan atau ada motif lain terhadap korban.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara menemukan mayat di saluran irigasi di Serang Welahan Drain (SWD) Dua di Desa Bugo Kamis pagi.

Jenazah korban diberi pemberat berupa batu bata.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X