Pacaran 7 Tahun Tak Direstui Orangtua, Wanita Ini Gugurkan Kandungan

Kompas.com - 11/02/2020, 15:21 WIB
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKp Anak Agung Putra Dwipayana (Baju Putih) Menunjukkan Barang Bukti Aborsi yang dilakukan AS Wanita Asal Kecamatan Tepus, Gunungkidul di Mapolres Gunungkidul Selasa (11/2/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKasat Reskrim Polres Gunungkidul AKp Anak Agung Putra Dwipayana (Baju Putih) Menunjukkan Barang Bukti Aborsi yang dilakukan AS Wanita Asal Kecamatan Tepus, Gunungkidul di Mapolres Gunungkidul Selasa (11/2/2020)

Dari keterangan pelaku, ia menggugurkan kandungannya menggunakan obat keras penggugur kandungan jenis cytotec yang dibeli secara online.

Dari keterangan medis diketahui, obat itu digunakan untuk mencegah tukak lambung dan bisa digunakan untuk aborsi.

Obat itu termasuk obat keras dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

Setelah mendapatkan obat tersebut, AS kemudian meminumnya saat akan kembali ke tempat kontrakannya di wilayah Jalan Affandi, Sleman, Yogyakarta.

"Pelaku meminta uang kepada orangtuanya sejumlah Rp 1,5 juta dengan alasan untuk memperbaiki sepeda motornya. Namun uang itu dipergunakan untuk membeli obat. Minumnya di Tepus, lahiran di kontrakannya di wilayah Gejayan (jalan Afandi)," ucap Anak Agung. 

Baca juga: Gugurkan Kandungan Usia 7 Bulan, Sepasang Pelajar SMK Ditangkap

"Kami masih melakukan pencarian penjual obat, dan memang pembeliannya sistem terputus," kata Anak Agung lagi. 

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul mengatakan, dari keterangan pelaku pengguguran kandungan ini didasari atas tidak direstuinya hubungan dengan sang pacar yang sudah dijalani sejak 7 tahun terakhir.

Hingga akhirnya, pelaku tega membunuh bayi yang ada di kandungannya. Pelaku bertindak sendiri tanpa persetujuan pacarnya.

"Hubungan pelaku dan pacarnya tidak disetujui orangtua pelaku dan memilih jalan tengah menggugurkan kandungannya," ucap Anak Agung

Dari tangan pelaku, polisi menyita kain seprai, strip bungkus obat cytotexm tisu, kartu berobat, foto USG, plastik, pembalut obat spasminal, dan gawai.

Pelaku dijerat dengan pasal 194 UU RI tahun 2006 tentang Kesehatan dengan Ancaman Hukuman penjara paling lama 10 tahun dam denda paling banyak Rp 1 Miliar atau Pasal 346 KUHP dengan sengaja menggugurkan kandungan dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

"Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres untuk menjalani pemeriksaan," katanya. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Regional
Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Regional
Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Regional
Sepekan Nihil Covid-19, Wonogiri Dapat Tambahan 2 Pasien Positif Corona

Sepekan Nihil Covid-19, Wonogiri Dapat Tambahan 2 Pasien Positif Corona

Regional
Pemprov Jabar Siapkan Mobile Lab untuk Uji Sampel Swab dan Rapid Test

Pemprov Jabar Siapkan Mobile Lab untuk Uji Sampel Swab dan Rapid Test

Regional
Kerap Berinteraksi dengan Warga, 3 Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19

Kerap Berinteraksi dengan Warga, 3 Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19

Regional
Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Regional
Dian Kristiandi Dilantik Jadi Bupati Jepara, Gantikan Ahmad Marzuqi yang Terjerat Kasus Suap

Dian Kristiandi Dilantik Jadi Bupati Jepara, Gantikan Ahmad Marzuqi yang Terjerat Kasus Suap

Regional
Seorang Warga Tewas Ditembak KKB, Kapolda Papua: Pelaku Mengaku Tentara Hutan

Seorang Warga Tewas Ditembak KKB, Kapolda Papua: Pelaku Mengaku Tentara Hutan

Regional
Ini Pengakuan Anak yang Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan Lagi...

Ini Pengakuan Anak yang Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan Lagi...

Regional
Kesedihan Ridwan Kamil Batal Ikut Ibadah Haji Tahun Ini

Kesedihan Ridwan Kamil Batal Ikut Ibadah Haji Tahun Ini

Regional
Cerita Tragis Satiri, Pemburu Pohon Serut Tewas Tertimpa Batu Besar di Sukoharjo

Cerita Tragis Satiri, Pemburu Pohon Serut Tewas Tertimpa Batu Besar di Sukoharjo

Regional
Takut Kuburkan Jenazah Saat Pandemi, Warga di Gunungkidul Biarkan Jasad Kakek Berjam-jam

Takut Kuburkan Jenazah Saat Pandemi, Warga di Gunungkidul Biarkan Jasad Kakek Berjam-jam

Regional
Viral Pelantikan Kepala Sekolah Tak Patuhi Protokol Covid-19, Pemkot Surabaya Minta Data Peserta

Viral Pelantikan Kepala Sekolah Tak Patuhi Protokol Covid-19, Pemkot Surabaya Minta Data Peserta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X