Duduk Perkara Pembunuhan di Jember, Tak Terima Dikasih Rokok Lintingan hingga Korban Dibacok dengan Celurit

Kompas.com - 10/02/2020, 16:10 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib naas dialami Madi Rahmadani (22), seorang warga Desa Mojosari Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur.

Pasalnya, ia tewas setelah dibacok oleh preman bernama Azis Saputra (19), dengan celurit karena tidak bersedia memberikan rokok.

Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (8/2/2020) malam.

Saat itu, korban bersama dengan rekannya bernama Yogi sedang menikmati malam minggu di Alun-alun Kecamatan Puger.

Tiba-tiba, pelaku dan beberapa temannya datang untuk memalak rokok kepada Madi dan Yogi.

Karena tak punya rokok seperti yang diminta pelaku, oleh Yogi pelaku diberikan rokok lintingan.

Namun, niat baik itu justru dianggap melecehkan pelaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaku kemudian emosi dan memaki Yogi dan Madi.

"Azis marah dan memaksa Yogi memberikan rokok," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qantason melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (9/2/2020).

Baca juga: Pemalak Rokok di Jember Ditetapkan Jadi Tersangka Pembunuhan

Karena perlakuan pelaku tersebut, akhirnya perkelahian antara Madi dan pelaku tak terhindarkan.

Pelaku yang awalnya merasa kalah saat duel tangan kosong dengan korban, kemudian mengambil celurit dan mengayunkannya secara membabi buta ke arah korban.

Korban terkena sabetan celurit pada tangannya. Korban terkapar dengan bersimbah darah.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak berhasil terselamatkan karena pendarahan.

Pelaku ditangkap

Pelaku pembacokan warga Jember di depan istrinya hingga meninggal dunia KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADI Pelaku pembacokan warga Jember di depan istrinya hingga meninggal dunia

Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak cepat untuk menangkap pelaku.

Beberapa jam setelah kejadian, pelaku akhirnya berhasil ditangkap. Sedangkan empat rekan pelaku yang sudah diketahui identitasnya hingga saat ini masih dalam pengejaran.

"Azis telah kami amankan dari persembunyian di Dusun Jadukan, Desa Mojosari," jelas Jumbo.

Dari informasi yang diterimanya, pelaku memang kerap melakukan pemalakan di lokasi tersebut. Uang yang didapat, digunakan untuk kebutuhan gengnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku akan dijerat polisi dengan Pasal 170 KUHP dan subsider Pasal 351 dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Penulis : Kontributor Jember, Bagus Supriadi | Editor : Dheri Agriesta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X