Gajah Sumatera Berusia 40 Tahun Ditemukan Mati di Bengkalis, Riau

Kompas.com - 09/02/2020, 08:56 WIB
Petugas BBKSDA Riau melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah sumatera yang ditemukan mati di areal perusahaan PT Arara Abadi di Desa Koto Pait, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (8/2/2020). Dok. BBKSDA RiauPetugas BBKSDA Riau melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah sumatera yang ditemukan mati di areal perusahaan PT Arara Abadi di Desa Koto Pait, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (8/2/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Seekor gajah Sumatera (elephas maximus sumatraensis) ditemukan mati di area PT Arara Abadi Distrik II kilometer 54, Desa Koto Pait, Kecamatan Tualang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan, gajah itu mati karena sakit.

"Hasil pemeriksaan patologi anatomi penyebab kematian gajah murni gangguan pencernaan yaitu gastroenteritis kronis. Di mana makanan tidak dapat dicerna sehingga otomatis satwa tersebut pun kehilangan berat badannya," kata Suharyono dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu (8/2/2020).

Baca juga: Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, kata dia, tak ditemukan tanda kekerasan atau racun pada bangkai gajah tersebut.

Gajah yang berusia sekitar 40 tahun itu berjenis kelamin betina. Suhartoyo memperkirakan gajah itu telah mati lima hari sebelum ditemukan.

"Kami mendapat informasi dari pihak PT Arara Abadi, Jumat (7/2/2020), terkait kematian seekor gajah. Atas laporan itu, kita turunkan tim untuk menuju lokasi," kata Suharyono.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim BBKSDA Riau tiba di lokasi penemuan bangkai gajah itu pada Sabtu (8/2/2020). Mereka langsung melakukan membedah bangkai gajah itu.

Berdasarkan pembedahan itu diketahui satwa dilindungi itu mati karena sakit.

Baca juga: Korban Meninggal Virus Corona Capai 803 Orang, Lampaui Wabah SARS

"Setelah dilakukan nekropsi (pembedahan bangkai), bangkai gajah kemudian dikubur di sekitar lokasi kejadian menggunakan alat berat (eskavator) perusahaan," jelas Suharyono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X