Tangisan Suami Zikria Lihat Kondisi Anaknya hingga Risma Cabut Laporan

Kompas.com - 08/02/2020, 11:50 WIB
Isi surat yang ditukis suami Zikria Dzatil, Daru Asmara Jaya yang ditujukan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. KOMPAS.COM/GHINAN SALMANIsi surat yang ditukis suami Zikria Dzatil, Daru Asmara Jaya yang ditujukan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

KOMPAS.com - Pasca-penahanan Zikria Dzatil, pemilik akun penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, suami Zikria yang bernama Daru Asmara Jaya menuliskan surat.

Dalam surat tersebut, Daru menceritakan kondisi anak-anaknya setelah ibu mereka ditahan.

Lebih-lebih, mengenai kondisi anak bungsu mereka yang masih berusia belum genap dua tahun.

"Bahkan kadang saya menangis sendiri ketika melihat anak saya yang bungsu (belum genap dua tahun) sering menangis memanggil-manggil mamanya," demikian tulis Daru.

Sejak Zikria ditahan, anak balitanya tak lagi bisa memperoleh air susu ibu (ASI).

Anak bungsunya dan suami juga terpaksa ikut ke Surabaya dan menginap di rumah keluarga karena Zikria ditahan di Mapolrestabes Surabaya.

Baca juga: Meski Dimaafkan, Suami Zikria Dzatil Mengaku Tak Tenang jika Belum Bertemu Risma

Mendapat olokan

Zikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya perihal kasus yang menimpanya, Senin (3/2/2020).KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Zikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya perihal kasus yang menimpanya, Senin (3/2/2020).
Daru juga bercerita mengenai anak pertamanya yang kerap mendapatkan olokan dari orang-orang.

Di surat tersebut Daru menuliskan, "Anak sulung kami yang saat ini sudah bekerja kerap kali menerima celaan dan olokan baik secara langsung maupun media sosial dari orang-orang yang tidak dikenalnya."

Sebagai seorang ayah, ia mengaku tak tega melihat kondisi anak-anaknya.

Daru juga kembali menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih lantaran Risma telah berkenan memaafkan kesalahan istrinya.

Di akhir surat, ia berharap dapat bertemu dengan Risma.

"Saya sangat berharap Ibu Risma berkenan menerima permohonan pertemuan itu. Meskipun saya tahu kesalahan yang dilakukan istri saya telah melukai serta menyakiti dan menjatuhkan harga diri Ibu Risma sekeluarga bahkan masyarakat Kota Surabaya yang menghormati dan mencintai Ibu Risma layaknya mereka menghormati mencintai ibu mereka sendiri,"  tulisnya.

Surat yang ditujukan kepada Risma itu ditulis tangan oleh Daru Asmara Jaya dan diserahkan ke Bagian Umum Pemerintah Kota Surabaya.

Baca juga: 5 Fakta Sosok Penghina Risma, Ibu 3 Anak hingga Buka Warung Kelontong

Ajukan pengalihan penahanan

Wali Kota Surabaya Tri RismahariniKOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Zikria ditangkap polisi di Perumahan Mutiara Bogor Raya, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (31/1/2020).

Ia ditangkap lantaran mengunggah foto Risma di akun Facebook-nya pada 16 Januari 2020. Zikria juga menulis status yang dianggap menghina Risma.

Hingga saat ini, lebih kurang sudah seminggu ibu tiga anak itu ditahan di Mapolrestabes Surabaya.

Kuasa hukum tersangka Advent Dio Randy mengajukan permohonan pengalihan penahanan kota.

Alasannya, Zikria masih memiliki anak balita. Zikria juga dianggap kooperatif selama menjalani pemeriksaan.

"Dengan menjadi tahanan kota, tersangka masih bisa mengasuh putri bungsunya yang masih membutuhkan kasih sayang dari ibunya," kata Advent.

Baca juga: Suami Zikria Dzatil Tulis Surat untuk Risma, Ini Isinya

Risma cabut laporan

Wali Kota Surabaya Tri RismahariniKOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Hari Jumat (7/2/2020), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi mencabut laporan kepada tersangka penghinanya Zikria Dzatil.

Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya Ira Tursilowati mengantar langsung surat tersebut ke Polrestabes Surabaya.

"Perihal surat itu adalah permohonan pencabutan pengaduan dan pelaporan. Inti surat itu adalah pencabutan laporan," kata Ira, Sabtu (8/2/2020).

Pencabutan laporan, lanjutnya, merupakan tindak lanjut surat permohonan maaf yang dikirimkan dua kali oleh Zikria kepada Risma.

"Pada intinya, karena sudah ada permohonan maaf dari yang bersangkutan makanya Bu Wali mengajukan surat pencabutan laporan ini," katanya.

Pencabutan laporan tersebut juga menjadi penanda selesainya persoalan Risma dengan Zikria.

Untuk proses selanjutnya, pihak Risma menyerahkan kepada pihak kepolisian.

"Sebab, bagaimanapun juga menghentikan perkara ada tahapan yang harus dilalui," ungkap Ira.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Surabaya, Ghinan Salman, Achmad Faizal | Editor : Robertus Belarminus, Dheri Agriesta, Teuku Muhammad Valdy Arief)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X