Penjelasan Kapolda Babel Soal Penangkapan Kapal Bermuatan 12.000 Botol Miras Kerahkan Helikopter

Kompas.com - 07/02/2020, 23:01 WIB
Kapal cepat bermuatan miras dicegat polisi di perairan Toboali, Bangka Selatan. Dok. Polda BabelKapal cepat bermuatan miras dicegat polisi di perairan Toboali, Bangka Selatan.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Polisi mengerahkan helikopter untuk menghentikan kapal yang mengangkut 12.000 botol miras di Perairan Toboali, Bangka Selatan, Selasa, (4/2/2020).

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Anang Syarif Hidayat menguturkan, pengerahan helikopter itu karena kapal patroli tak mampu mengejar kapal yang dibekali 7 mesin berkekuatan 2.100 PK.

"Kapal yang bagus dengan 7 mesin. Satu mesin 300 PK, jadi jumlahnya 2.100 PK. Kecepatannya bisa mencapai 60 knot. Kalau dihitung bisa 100 kilometer per jam," kata Anang kepada wartawan, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Dramatis, Tangkap Kapal Bermuatan 12.000 Botol Miras Polisi sampai Kerahkan Helikopter

Menurut Anang, kejadian penyelundupan bukan kali pertama diketahui petugas.

"Beberapa kali kami mendapat informasi, tapi kapal tidak ada yang mencapai 60 knot. Alhamdulillah dari Mabes helikopter yang di Polda Kepulauan Bangka Belitung bisa dikerahkan untuk penyergapan," ujar Anang.

Petugas, kata Anang, terpaksa memberondong kapal dengan tembakan senjata laras panjang dari helikopter karena tembakan peringatan diabaikan.

"Mereka tidak mau berhenti. Kemudian melakukan penembakan mengakibatkan tiga mesin kapal tersebut rusak," ungkap Anang.

Anang diketahui memiliki kedekatan dengan polisi perairan karena sebelumnya menjabat Dirpoludara Korpolairud Baharkam Polri.

Baca juga: Berusaha Kabur, Kapal Bermuatan 12.000 Botol Miras Diberondong Tembakan dari Helikopter

Dalam operasi penangkapan itu, selain mengamankan kapal dan minuman keras, polisi juga menahan delapan pelaku di antaranya Novrianto (nakhoda), Remi, Syamsul, Yahya, Dayat, Supriono, Laima, Jefri dan Wanres selaku mekanik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bangka Belitung ( Babel) AKBP Maladi menuturkan, pelaku mengangkut minuman berkohol berbagai jenis seperti chivas, vodka dan black label.

"Barang tersebut dimuat secara Ship to Ship dari Kapal di perairan OPL Batam dibawa menuju ke perairan Lampung," sebut Maladi dalam keterangan tertulis.

Atas perbuatannya, mereka yang tertangkap akan dijerat Pasal 323 UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran dan Pasal 106 UU Nomor 7/2014 tentang Perdagangan dengan ancaman lima tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X