Ibu Bunuh Bayi dan Tidur di Samping Jasad Anaknya, Malu karena Kekasih Tak Tanggung Jawab

Kompas.com - 07/02/2020, 19:39 WIB
Ilustrasi hamil HoneyrikoIlustrasi hamil
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Warga Dusun Kedungbulus, Desa Sumberkember, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar curiga dengan perut Sri (30) yang dirumorkan hamil tua, tiba-tiba terlihat kempis.

Warga heran karena tak ada kabar bahwa Sri melahirkan

Sri adalah seorang janda yang memiliki dua anak. Ia tinggal dengan ayah ibunya serta dua anaknya.

Karena curiga, warga pun melapor ke Polsek Binangun. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan gundukan tanah belakang rumah Sri, Kamis (30/1/2020) siang.

Baca juga: Ditahan karena Bunuh Bayi, Pasangan Ini Ingin Menikah di Kantor Polisi

Gundukan dekat dengan tembok rumah Sri tersebut seperti baru digali. Saat dicek ternyata adalah makam bayi.

Petugas kemudian memanggil Sri yang ada di dalam rumah. Saat ditanya tentang gundukan itu, Sri terdiam dan meneteskan air mata.

"Ia mengaku kalau itu kuburan bayinya, yang dikubur sendiri," kata Kapolsek Binangun, Iptu Nanang Budiarto dilansir dari Tribunjatim.com.

Sri pun diamankan dan dimintai keterangan. Sementara jasad bayi dibawa ke RSUD Ngudi Waluya, Wlingi untuk diotopsi.

Baca juga: Fakta Kasus Ibu Bunuh Bayi di Bandung, Mengaku Dapat Bisikan Gaib hingga Ditetapkan Tersangka

Kekasih tak tanggung jawab

Ilustrasi pasangan hidupShutterstock Ilustrasi pasangan hidup
Sri melahirkan bayinya, Selasa (28/1/2020) malam. Saat itu ia merasa sakit perut dan kemudian lari ke kamar mandi. Tak lama melahirkan bayi laki-laki seorang diri.

Saat bayinya menangis, Sri panik karena tidak ada satu pun anggota keluarganya yang tahu jika ia sedang hamil.

Ia juga takut suara tangisan bayinya terdengar tetangganya karena jarak rumah tetangga sangat dekar.

Akhirnya Sri nekat menyiram bayinya dengan air dari bak mandi. Namun sang bayi tetap menangis. Dalam kondisi panik, ia pun mejerat bayinya dengan kain pantai yang ia kenakan.

Sang bayi pun tewas di tangan ibu kandungnya.

Baca juga: Kisah Ibu Tidur di Samping Jasad Bayinya Semalaman, Malu hingga Dijerat dengan Jarit

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Shodiq Effendi mengatakan Sri kemudian membungkus jasad bayinya dengan kain pantai lalu membawanya ke kamar tidurnya.

Malam itu, ia tidur dengan jasad bayinya. Saat bangun pada Rabu (28/1/2020) sekitar 07.00 WIB, ia bangun dan mencari kesempatan untuk menguburkan jasad bayinya.

Saat ayah ibunya pergi ke ladang, Sri menggali tanah di belakang rumahnya lalu menguburkan jasad bayinya seorang diri.

"Orangtuanya tak curiga karena memang tak tahu. Sebab, selama dua hari itu, ia lebih banyak di kamarnya," kata Shodiq.

Baca juga: Cerita di Balik Nama Bayi Alhamdulillah Rejeki Hari Ini, Terinspirasi Karya Seni Patung di Yogyakarta

Kepada polisi, Sri mengaku malu karena ia hamil padahal statusnya adalah janda. Sementara sang kekasih yang menghamilinya tidak bertanggungjawab.

Dari hasil pemeriksaan polisi, sang kekasih sempat meminta Sri untuk mengguurkan kandungan saat usia tiga bulan. Namun Sri menolaknya.

"Si pria sudah kami periksa. Namun, tak tahu apa-apa soal peristiwa itu. Cuma, ia pernah menyuruh agar kandungannya digugurkan saat usia tiga bulan. Namun, Sri tak mau," katanya.

Dari hasil otopsi ditemukan luka lebam di tubuh bayi antara lain di dahi, kepala bagian belakangn dan leher.

Baca juga: Cerita dan Kronologi Lengkap Ibu Bunuh Balita 2 Tahun Gara-gara Kencing di Kasur

Sri kemudian ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (5/1/2020) setelah hasil otopsi keluar.

"Dengan bukti itu, dia tak bisa mengelak lagi. Selain itu, kami juga menunggu pemulihan kesehatannya. Selama ini, ia memang tak kami tahan, namun menjalani perawatan buat pemulihan kesehatannya sehabis melahirkan. Begitu sudah pulih atau sehat, baru kami tahan," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Misteri Kehamilan Janda Blitar, Warga Curiga Perut & Gundukan Tanah, Terkuak Skandal Anak Luar Nikah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X