Kompas.com - 07/02/2020, 18:33 WIB
Maman, menunjukkan rumahnya yang retak akibat bencana pergerakkan tanah di wilayah Cisarua, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHMaman, menunjukkan rumahnya yang retak akibat bencana pergerakkan tanah di wilayah Cisarua, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Sebanyak lima rumah warga Dusun Cisahang RT 02/04, Desa Cipandawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, rusak akibat pergerakkan tanah, Kamis (6/2/2020) petang.

Maman (50), salah satu korban mengatakan, hujan deras menjadi penyebab pergerakan tanah terjadi di wilayahnya.

"Saat kejadian anak menghubungi katanya pintu rumah tidak bisa dibuka. Saat dilihat ke sini, kondisi bagian depan rumah sudah retak-retak," ujar Maman kepada Kompas.com di lokasi, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Warga Sumedang Diminta Mengungsi Saat Hujan karena Potensi Pergerakan Tanah

Saat kejadian, kata dia, anaknya tengah berada di rumah hanya merasakan getaran seperti gempa biasa.

"Katanya seperti ada gempa, saat mau keluar, pintu rumah sudah tidak bisa dibuka. Tapi kondisi di luar rumah sudah terlihat retak-retak kondisinya," tutur Maman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Camat Cisarua Agus Sujatmiko mengatakan, bencana pergerakan tanah di wilayahnya menyebabkan lima rumah rusak berat dan puluhan lainnya terancam amblas.

"Setelah kami cek ke lokasi, alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerugian mencapai Rp 800 juta," tutur Agus.

Baca juga: Penjelasan PVMBG Soal 5 Titik Pergerakan Tanah di Sukajaya Bogor

Dia menambahkan, untuk sementara warga yang terdampak bencana tinggal di rumah keluarganya yang lebih aman.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang Yedi mengatakan, panjang retakkan mencapai 100 meter dengan lebar sekitar 20 sentimeter.

Yedi menyebutkan, 4 rumah mewah, 1 warung rusak berat dan puluhan rumah lainnya terancam amblas.

Dia mengimbau, warga untuk meningkatkan kewaspadaan dikarenakan hujan akan mengguyur kawasan Sumedang dalam beberapa pekan ke depan.

"Kami telah melakukan pengalihan saluran air di wilayah terdampak. Tujuannya, agar air tidak mengarah ke lokasi dan masuk ke retakkan tanah," ujarnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.