Kompas.com - 07/02/2020, 15:27 WIB
Kapolres Tulunggaung Jawa Timur (Baju dinas) bersama anggota menunjukkan barang bukti, ketika rilis sejumlah kasus salah satunya sewa kos bagi pasangan bukan suami istri, Kamis (06/07/2020). Humas Polres TulungagungKapolres Tulunggaung Jawa Timur (Baju dinas) bersama anggota menunjukkan barang bukti, ketika rilis sejumlah kasus salah satunya sewa kos bagi pasangan bukan suami istri, Kamis (06/07/2020).

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com – Seorang pelaku yang menyewakan kamar kos bagi pasangan bukan suami istri, ditangkap anggota polisi sektor Kota Tulunggaung, Jawa Timur, Jumat (7/2/2020).

Pelaku menyewakan kamar kos yang disewanya kepada pelanggan tarif bervariasi menyesuaikan lama waktu sewa.

“Betul, kami tangkap pelaku rental kos per jam kepada pasangan bukan suami istri,” terang Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, Jumat.

Satu orang yang kini ditetapkan sebagai tersangka adalah berinisial RW (23), warga Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulunggaung.

Baca juga: Pengemudi Honda Jazz yang Tabrak Satpam di Parkiran Mal Solo karena Diduga Mesum Jadi Tersangka

 

Sebelumnya, polisi telah menangkap satu orang tersangka dengan kasus yang sama yakni menyewakan kamar kos dengan tarif per Jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini adalah pelaku ke-2 yang kami tangkap, dengan kasus yang sama,” ujar Eva.

Kamar yang disewakan oleh tersangka RW bervariasi, mulai Rp 30.000 per jam, dengan fasilitas pendingin ruangan.

Sedangkan per hari, tersangka RW pasang tarif Rp 150.000 tergantung negosiasi.

"Sewanya per hari, Rp 100.000 hingga Rp 150.000 tergantung negosiasinya," ungkap AKBP Eva Guna Pandia.

Sedangkan, modus yang digunakan oleh tersangka RW adalah terlebih dahulu tersangka menyewa kamar di salah satu rumah kos yang berada di Kelurahan Kepatihan Tulunggaung, dengan harga Rp 850.000 per Bulan.  

Tanpa diketahui pemilik rumah kos, kemudian pelaku kembali menyewakan kamarnya kepada pasangan bukan suami istri.

“Tersangka menyewakan kembali kamar yang disewanya.” terang Eva.

Dari keterangan saksi yakni pemilik rumah kos, tersangka RW sudah selama 1 tahun lebih, tinggal sewa di rumah kos tersebut.

Sedangkan penghasilan yang didapat oleh tersangka tidak menentu. Dalam satu bulan, terkadang satu kali disewa, bahkan sama sekali tidak ada yang menyewa.

“Hasil pemeriksaan dan penyidikan terhadap saksi maupun pelaku, sudah tinggal di kamar kos tersebut selama satu tahun empat bulan,” tutur Eva.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat sekitar rumah kos, karena curiga bahwa seringkali ada pasangan berbeda jenis kelamin masuk kamar tersebut.

Berdasarkan laporan warga, kemudian polisi mengintai kamar kos tersangka, dan setelah diketahui ada pasangan muda mudi masuk kamar kos, langsung digerebek.

“Berdasarkan informasi masyarakat, polisi telah lama mengintai aktivitas di kamar kos milik tersangka RW,” ujar Eva.

Selanjutnya, pasangan muda mudi yang diketahui bukan suami istri tersebut dimintai keterangan, hingga akhirnya diketahui RW sebagai pemilik kamar kos tersebut.

Dalam rangkaian pemeriksaan juga diketahui, tersangka mempromosikan jasa sewa kamar melalui group tertutup media sosial Facebook. 

Sasaran tersangka RW adalah pasangan bukan suami istri yang ingin berduaan di dalam kamar.

Kapolres Tulungagung mengimbau kepada para pemilik rumah kos, agar lebih teliti dan waspada kepada setiap orang yang hendak menyewa kamar.

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Perampokan Modus Ajak Mesum di Hotel Karawang

 

Diharapkan, pemilik kos mengawasi aktivitas penyewa, agar tidak disalahgunakan.

Rencananya, Kapolres Tulunggaung akan memanggil semua pemilik rumah kos, agar lebih tertib.

Misalkan, terdapat rumah kos bagi suami istri maupun keluarga, harus dikuatkan dengan buku nikah atau identitas lain yang bersifat menguatkan.

“Setidaknya ada pengawasan agar kamar kos tidak dimanfaatkan untuk berbuat mesum,” terang Eva.

“Tersangka RW dijerat Pasal 296 KUHP, karena memfasilitasi orang lain berbuat mesum, dengan ancaman satu tahun empat bulan penjara,” pungkas Eva.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.