Mahfud MD: Natuna Sehat, Banyak Warga yang Tidak Kenakan Masker

Kompas.com - 07/02/2020, 08:05 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD mengaku senang karena aktivitas warga di Natuna kembali normal, bahkan tidak ada yang mengenakan masker. Hal ini, kata Mahfud, menandakan masyarakat telah paham Natuna itu aman, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.COM/HADI MAULANAMenko Polhukam Mahfud MD mengaku senang karena aktivitas warga di Natuna kembali normal, bahkan tidak ada yang mengenakan masker. Hal ini, kata Mahfud, menandakan masyarakat telah paham Natuna itu aman, Kamis (6/2/2020).

NATUNA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Menko PolhukamMahfud MD sekitar pukul 17.12 WIB, Kamis (6/2/2020) petang kemarin tiba di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Mahfud MD hadir ditemani Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Kepala BNPB Doni Monardo beserta rombongan lain.

Setibanya di Natuna Mahfud mengaku senang karena penolakan dari warga sudah tidak ada lagi. 

Baca juga: Mahfud MD: Pemerintah Pertimbangkan Gelombang Kedua Pemulangan WNI dari China

Hal ini menandakan bahwa masyarakat Natuna sudah paham dan mengetahui bahwa 285 orang yang dikarantina yang terdiri dari 238 WNI, lima orang tim aju Kemlu, 18 orang Kru Batik Air dan 24 orang tim penjemput, tidaklah sakit.

Tidak itu saja, Mahfud juga mengaku senang karena aktivitas warga di Natuna kembali normal.

"Dari bandara saya ke kantor Bupati Natuna melihat aktivitas masyarakat Natuna kembali normal, bahkan tidak ada yang mengenakan masker, hal ini menandakan masyarakat telah paham Natuna itu aman," kata Mahfud MD.

Baca juga: Prabowo dan Terawan Temui WNI di Karantina Natuna Pakai Masker Biasa

 

Alasan memilih Natuna

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud Md ditemui di kantor Bupati Natuna, kepulauan Riau (Kepri) mengatakan pemerintah masih menggodok terkait wacana pemulangan WNI untuk gelombang kedua, Kamis (6/2/2020).KOMPAS.COM/HADI MAULANA Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud Md ditemui di kantor Bupati Natuna, kepulauan Riau (Kepri) mengatakan pemerintah masih menggodok terkait wacana pemulangan WNI untuk gelombang kedua, Kamis (6/2/2020).
Mahfud MD memastikan negara tidak tinggal diam terhadap kesehatan masyarakat Natuna. 

Sebab dijadikannya lokasi karantina untuk 285 orang tersebut karena melihat Natuna yang memiliki potensi san fasilitas yang memadai.

Baca juga: Begini Pengawasan Kesehatan WNI Dikarantina di Natuna, Meja Makan Disemprot Disinfektan 3 Kali Sehari

Terlebih alam yang masih asri, hal ini yang membuat negara yakin Natuna itu wilayah yang sehat.

"Hal ini juga sebagai bukti bahwa Negara tetap selalu di depan melindungi warganya meski berada di luar negeri dan melindungi masyarakat Natuna dan alamnya yang begitu Indah," jelasnya.

Baca juga: 238 WNI dari Wuhan Dipulangkan setelah Masa Observasi di Natuna Selesai

 

Setelah observasi, bisa dipulangkan

Senada juga diungkapkan Menkes RI Terawan Agus Putranto yang mengatakan usai mengikuti proses observasi selama 14 hari, baru 285 orang tersebut dapat dipulangkan dan kembali melakukan sosialisasi ke lingkuhannya masing-masing.

"Mereka ini sehat, hanya saja standar kesehatan dunia dari PBB (WHO) karena mereka ini masuk ke wilayah sumber virus corona, meski sehat tetap wajib dilakukan karantina sebelum kembali beraosialisasi ke masyarakat umum," jelas Terawan.

Baca juga: Khawatir Terpapar Virus Corona, Pasangan Muda Ini Nyaris Gagal Menikah

Selama menjalani karantina, 285 orang ini tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya, bahkan tim karantina sama sekali tidak menutup-nutupi perkembangan ke 285 orang tersebut.

Tidak saja beribadah bersama seperti shalat berjamaah, mengaji, doa bersama, sejumlah kegiatan lain juga diikuti 285 orang ini dengan penuh semangat.

"Mereka juga kami berikan olahraga bersama, karoke, bermain musik, dan kegiatan sosialisasi sehari-hati. Bahkan mencuci baju mereka lakukan sendiri, sama seperti mereka melakukan aktivitas sehari-hari dilingkungan masyarakat," papar Terawan.

Baca juga: Bupati Natuna Pastikan Sudah Tak Ada Penolakan Warga soal Karantina 237 WNI dari Wuhan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X