Jaksa KPK Tolak Penyuap Bupati Lampung Utara Jadi Justice Collaborator

Kompas.com - 07/02/2020, 06:44 WIB
Dua terdakwa suap Bupati Lampung Utara, Chandra Safari (kiri, kemeja putih) dan Hendra Wijaya (kanan, kemeja putih) usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (6/2/2020). Permintaan terdakwa Hendra menjadi justice collaborator ditolak jaksa penuntut KPK. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Dua terdakwa suap Bupati Lampung Utara, Chandra Safari (kiri, kemeja putih) dan Hendra Wijaya (kanan, kemeja putih) usai sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (6/2/2020). Permintaan terdakwa Hendra menjadi justice collaborator ditolak jaksa penuntut KPK.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak permintaan terdakwa penyuap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Pernyataan ini disampaikan jaksa KPK, Taufiq Ibnugroho dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (6/2/2020) siang.

"Terkait permintaan terdakwa atas nama Hendra Wijaya untuk menjadi justice collaborator, tim jaksa penuntut menolak permintaan terdakwa," kata Taufiq.

Menurut Taufiq, terdakwa Hendra tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi seorang justice collaborator.

Baca juga: Penyidikan Rampung, Bupati Lampung Utara Segera Disidang

Taufiq mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 4 tahun 2011, justice collaborator adalah saksi pelaku yang bersedia membantu mengungkap suatu tindak pidana, atau akan terjadinya suatu tindak pidana untuk mengembalikan aset hasil tindak pidana.

"( Terdakwa Hendra) tidak memenuhi syarat dan hanya dipertimbangkan sebagai hal yang meringankan," kata Taufiq.

Hendra sendiri dituntut selama dua tahun dan enam bulan penjara.

Jaksa penuntut menyatakan, Hendra terbukti melakukan korupsi secara berkelanjutan sebagaimana pasal 5 UU Tipikor.

Baca juga: Penyuap Bupati Lampung Utara Biayai 16 Proyek Pakai Dana Pribadi

 

Setor fee ke Bupati Lampung Utara

"Memohon majelis hakim menjatuhkan denda sebesar Rp 200 juta. Bilamana denda tersebut tidak dibayarkan, diganti kurungan penjara selama enam bulan," kata Taufiq.

Sedangkan Chandra Safari (berkas terpisah) dituntut hukuman pidana selama dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara.

Diketahui, Hendra Wijaya dan Candra Safari, terdakwa kasus suap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara terkait proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara telah masuk meja hijau.

Chandra Safari adalah rekanan Pemkab Lampung Utara selama dua tahun terakhir atau sejak 2017 sampai dengan 2019. Setidaknya, Chandra telah mengerjakan 11 proyek di Kabupaten Lampung Utara.'

Baca juga: Satu Terdakwa Kasus Suap Bupati Lampung Utara Ingin Jadi Justice Collaborator

Sebagai imbalan (fee), Chandra Safari diwajibkan menyetor uang kepada Agung Ilmu Mangkunegara.

Sedangkan terdakwa Hendra Wijaya (kontraktor) telah memberikan sejumlah uang suap fee proyek kepada Wan Hendri yang saat itu menjabat Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara melalui Raden Syahril.

Hendra menyerahkan uang Rp 300 juta kepada Wan Hendri, kemudian Wan Hendri menyerahkan uang Rp 240 juta pada Raden Syahril (sejumlah Rp 60 juta masih berada di Wan Hendri).

Baca juga: KPK Dalami Aliran Dana ke Kantong Bupati Lampung Utara Nonaktif



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X