Kompas.com - 06/02/2020, 16:34 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan, 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus corona itu hingga kini kesehatannya dalam keadaan baik, dengan tidak satu pun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk, dan pilek. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Menurut data Kementerian Kesehatan, 238 orang WNI yang menjalani proses observasi sebagai antisipasi tertular virus corona itu hingga kini kesehatannya dalam keadaan baik, dengan tidak satu pun dari mereka yang menunjukkan gejala infeksi seperti demam, batuk, dan pilek.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyebut ada 15 warga Kaltim ikut dikarantina di Natuna.

Mereka mayoritas merupakan mahasiswa yang dipulangkan dari China karena merebaknya virus corona di negara itu.

Pemprov Kaltim terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait perkembangan kesehatan ke 15 warga Kaltim tersebut.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur, Muhammad Sabani mengatakan, dari informasi terbaru, ke 15 warga Kaltim ini tak ada yang teridentifikasi menderita virus corona.

"Semuanya aman, negatif (virus corona) semua," ucap Sabani usai rapat koordinasi 10 kabupaten dan kota merespons virus corona di Kantor Gubernur, Samarinda, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Kemenkes Siapkan 16 Posko Kesehatan di Natuna

Sejauh ini, Pemprov Kaltim berkoordinasi untuk proses pemulangan dan masih menunggu mekanisme pemulangan yang diatur pemerintah pusat. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan virus corona.

Apalagi menjauhi warga yang telah selesai menjalani karantina.

"Kita sudah koordinasikan tadi. Tidak boleh ada stigmatisasi terhadap mereka yang dikarantina. Orang-orang yang dikarantina itu belum tentu terkontaminasi. Mereka selama di sana, diobservasi dan dipantau," ujar Sabani.

"Sepanjang mereka tidak kena apa-apa, mereka tak bawah wabah ke Kaltim. Kami harap masyarakat memahami itu. Karena sudah ada penanganan sebelumnya oleh pemerintah pusat," ujar Sabani menambahkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X