Kompas.com - 06/02/2020, 14:46 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memberikan akses kepada petani untuk memburu tikus hingga di pinggir ruas Tol Madiun, Jawa Timur.

Hal itu menyusul makin ganasnya hama tikus yang merusak padi dalam tiga bulan terakhir. 

General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri Agus Hariyanto mengatakan, pemberian akses bagi kelompok tani tersebut untuk membantu petani menumpas hama tikus.

Baca juga: Viral Bakso Tikus, Tak Terbukti dan Berakhir Damai

Apalagi, tikus sudah merusak tanaman padi milik petani yang berada di pinggir ruas jalan Tol Madiun-Surabaya.

"Kami dari pihak JNK hanya memfasilitasi para petani yang ingin membasmi hama tikus di pinggir jalan tol," kata Agus di sela pemantauan pemberantasan hama tikus di kilometer 605 jalur A Tol Surabaya-Madiun, Kamis (6/2/2020).

Petani sebelumnya mengeluhkan banyaknya hama tikus yang bersembunyi di pinggir ruas tol.

Petani tidak bisa masuk ke pinggir ruas jalan tol, karena dilarang dan aksesnya ditutup pagar kawat berduri. 

Menurut Agus, petani yang ingin membasmi tikus hingga pinggir ruas tol, cukup memberitahukan kepada petugas JNK.

Baca juga: Polisi: Potongan Itu Bukan Kaki Tikus, Tapi Organ dalam Mulut Sapi

Dengan demikian, JNK dapat menurunkan tim untuk pengamanan saat petani membasmi tikus di pinggir ruas tol.  

Tak hanya memberikan akses petani masuk ke tol, JNK juga memberikan bantuan sepuluh peralatan pembasmi tikus dan anggaran pembuatan kandang burung hantu di wilayah Kabupaten Ngawi.

Ia mengatakan, banyak tikus masuk ke ruas tol setelah diburu petani di area sawah.

Paling banyak ditemukan di area sawah Kabupaten Madiun, yang berada ruas kiri dan kanan jalan tol. 

Apabila tikus makin banyak bersarang di tol, menurut Agus, JNK akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk pembasmian secara masal.

Pasalnya, bila lubang tikus makin banyak, akan berdampak pada timbunan di ruas tol. 

Sementara itu, kooordinator penyuluh pertanian Kecamatan Balerejo Hartini mengatakan, hama tikus menyerang hampir seluruh sawah milik petani di wilayah Kecamatan Balerejo.

Bahkan, serangan hama tikus tahun ini paling besar dibandingkan tahun sebelumnya.

"Paling banyak tahun ini," kata Hartini. 

Kepala Desa Glonggong Suwito mengatakan, warga banyak terbantu untuk membasmi tikus setelah diperbolehkan masuk ke area tol.

Sebab, selama ini warga kesulitan masuk ke tol untuk memburu tikus yang masuk ke area Tol JNK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.