Warga yang Diputus Kontrak Lewat WA Tuntut Bayar Rp 2 M, Perusahaan Hanya Berikan Rp 1 M

Kompas.com - 06/02/2020, 13:58 WIB
Warga Dusun Tetep, Randuacir, Argomulyo Salatiga memblokir jalan ke PT.CKI. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAWarga Dusun Tetep, Randuacir, Argomulyo Salatiga memblokir jalan ke PT.CKI.

SALATIGA, KOMPAS.com - Aksi blokir jalan yang dilakukan warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Kamis (6/2/2020), ditanggapi perwakilan PT Cakra Kencana Indah (CKI).

Semula, Yusuf selaku pelaksana proyek pembangunan PT CKI, berniat mengajak bernegosiasi di dalam lingkungan proyek dengan dihadiri perwakilan warga dan aparat keamanan.

Namun, warga menolak diajak masuk ke dalam proyek dan bersikeras agar seluruh warga mendengarkan keterangan perwakilan PT CKI secara langsung.

Baca juga: Diputus Kontrak Lewat WA, Warga Blokir Jalan dan Tuntut Pembayaran Rp 2 M

Dalam perbincangan dengan warga, Yusuf mengungkapkan bahwa perusahaan akan mengabulkan permintaan warga terkait pembayaran tagihan material.

"Dari perusahaan besok akan membayar Rp 1 miliar," ujar Yusuf, Kamis.

Mendengar penjelasan tersebut, warga langsung menyatakan penolakan dan meminta tanggungan sebesar Rp 2.003.000.000 langsung dibayar lunas.

"Kalau permintaan warga seperti itu, mari diskusi di dalam, karena saya harus melapor dan telepon ke pimpinan. Nanti anda bisa mendengar penjelasan secara langsung," ungkapnya.

Koordinator warga Sriyanto mengatakan, negosiasi di dalam proyek harus melibatkan perwakilan dari kelurahan, kepolisian, dan TNI.

"Jadi apa yang disampaikan dari PT CKI ada saksinya, karena ini menyangkut hidup orang banyak," tegasnya. 

Hingga kini Kompas.com masih menuggu hasil pembicaraan antara warga dan PT CKI.

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga memblokir akses masuk ke PT Cakra Kencana Indah (CKI).

Mereka merasa geram karena tagihan pembayaran atas pekerjaan yang dilakukan sebesar Rp 2.003.000.000 belum dibayarkan.

Bahkan, kontrak diputus melalui pesan WhatsApp (WA).

Koordinator aksi, Sriyanto mengatakan, warga telah bekerja selama kurang lebih 18 bulan.

"Kami bekerja sejak proyek ini dimulai. Namun Desember 2019, tiba-tiba kami dikirimi WA (Whatsapp) oleh pelaksana proyek bahwa pekerjaan dihentikan," ujar Sriyanto di depan lokasi pembangunan Terminal 2 PT CKI, Kamis. 

Baca juga: Gugat Jokowi soal Pelambatan dan Blokir Internet Papua, Tim Advokasi Siapkan 20 Bukti

Dia merasa pemutusan kerja tersebut dilakukan sepihak dan tidak beretika, karena hanya melalui pesan WhatsApp.

Padahal, PT CKI sudah berkomitmen untuk memberdayakan warga sekitar pabrik mulai dari pekerjaan pembangunan hingga saat berproduksi nantinya.

Pekerjaan yang dilakukan warga RT 4/RW 3 saat ini adalah pengadaan material alam dan bahan bangunan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.