Cerita Pilu di Balik Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Pelaku Sungkem ke Ibu Korban

Kompas.com - 06/02/2020, 12:46 WIB
Para terdakwa bersalaman dengan Misem (76) seusai memberikan kesaksikan dalam sidang kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINPara terdakwa bersalaman dengan Misem (76) seusai memberikan kesaksikan dalam sidang kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (5/2/2020).

KOMPAS.com - Sejumlah fakta mengejutkan terungkap dalam sidang kasus pembunuhan tiga anggota keluarga Misem (76), di Pengadilan Negeri (PN), Banyumas, Jawa Tengah.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Saminah (53) alias Minah bersama ketiga anaknya, terjadi pada tahun 2014 lalu. 

Minah yang tak lain juga anak dari Misem, tega menghabisi kerabatnya sendiri karena diduga masalah harta.

Sementara itu, Jaksa menuntut Minah dan dua anaknya, Irvan Firmansyah alias Irvan (32) dan Achmad Saputra alias Putra (27), telah merencanakan pembunuhan terhadap Supratno alias Ratno (51), Sugiono alias Yono (46), Heri Sutiawan alias Heri (41), dan Vivin Dwi Loveana alias Vivin (22) anak dari Ratno.

Saat sidang, Minah dan kedua anaknya, meminta izin kepada hakim untuk "sungkem" dan bersalaman dengan Misem, sang ibu. 

Seperti diketahui, kasus tersebut terbongkar usai warga menemukan empat kerangka terkubur di kebun belakang rumah Misem, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas pada Agustus 2019.

Berikut ini faktanya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Misem, sang ibu korban, mengaku terus mencari korban

Suasana rumah Misem (kanan), pemilik kebun lokasi penemuan empat kerangka manusia dan rumah anaknya di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebelum dipasang garis polisi, Minggu (25/8/2019).KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Suasana rumah Misem (kanan), pemilik kebun lokasi penemuan empat kerangka manusia dan rumah anaknya di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebelum dipasang garis polisi, Minggu (25/8/2019).
Saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan di PN Banyumas, Misem mengaku sempat bertanya kepada tersangka Minah terkait keberadaan para korban.

"Saya sering nanya-nanya, menunggu-nunggu enggak pulang-pulang tanya ke saudara dan tetangga. Tanya ke Minah jawabnya 'lagi kerja, nanti juga pulang'. Saya juga bingung kok enggak pernah pulang. Saya bingung, ingin ketemu," kata Misem.

Tak disangka Misem, ketiga anak dan cucunya ternyata telah dibunuh oleh Minah bersama anak-anaknya.

Baca juga: Misem Bertahun-tahun Tunggu Anak dan Cucunya Pulang, Ternyata Sudah Dibunuh

2. Dibunuh dengan tabung gas 3 kilo

IlustrasiiStockphoto Ilustrasi

Dalam sidang terungkap, Minah sering terlibat perselisihan dengan kakaknya, Ratno dan kedua adiknya, Yono dan serta Heri.

Pemicu pertengkaran mereka adalah masalah harta. Hal itu ditegaskan dalam tunturan jaksa saat sidang berlangsung.

"Irvan mengatakan kita bunuh saja dan dikubur di belakang, nanti Putra yang bantu. Minah mengatakan, tapi jangan pakai senjata tajam," kata Antonius membacakan dakwaan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.