Lima Kejanggalan Proyek Pemkab Jember Temuan Panitia Angket DPRD

Kompas.com - 06/02/2020, 11:39 WIB
Ilustrasi FREEPIK/engin akyurtIlustrasi

JEMBER, KOMPAS.com – Kelompok Kerja (Pokja) II Panitia Hak Angket DPRD Jember menemukan lima fakta terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hal itu terungkap setelah beberapa kali Panitia Angket memanggil rekanan proyek Pemkab hingga Kamis (6/2/2020).

Pertemuan dengan para rekanan digelar secara tertutup di ruang Komisi C DPRD Jember.

“Pertama, semua pengadaan barang dan jasa tidak ada ketercukupan waktu, berdampak pada molornya proyek, tidak selesai di akhir tahun,” kata Ketua Pokja II Panitia Hak Angket DPRD Jember David Handoko Seto kepada Kompas.com.

Baca juga: Rombongan Pejabat Pemkab Jember Diperiksa Kejari soal Kasus Korupsi

Temuan kedua, adanya penyatuan paket di titik kegiatan yang berbeda yang seharusnya dilakukan dengan penunjukan langsung.

Namun, dijadikan satu paket dan dilelang.

“Ini kami tak habis pikir, kenapa paket seperti itu harus dipecah dengan kegiatan lelang," kata David.

Seharusnya, menurut David, paket tersebut bisa dilakukan dengan penunjukan langsung agar lebih bermanfaat bagi pengusaha di Jember.

"Daripada dilelang, ternyata yang mendapatkan dari luar kota, ternyata yang mengerjakan orang Jember, tanda kutipnya pinjam bendera,” kata David.

Baca juga: PAN dan Demokrat Jember Sepakat Tidak Mendukung Petahana di Pilkada

Temuan ketiga, yakni paket pengerjaan proyek kecamatan, ada dua item pengerjaan yang dijadikan satu paket.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Regional
Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Regional
Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Regional
Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Banyumas, Kaca Rumah Bergetar

Gempa Jepara Terasa hingga Banyumas, Kaca Rumah Bergetar

Regional
Dianggap Lalai Jaga Balita yang Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD Dituntut 4 Tahun Penjara

Dianggap Lalai Jaga Balita yang Tewas Tanpa Kepala, Pengasuh PAUD Dituntut 4 Tahun Penjara

Regional
Gasak 2 Kg Emas, Perampok Lepaskan Tembakan 8 Kali, Anak 10 Tahun Tertembak di Pelipis

Gasak 2 Kg Emas, Perampok Lepaskan Tembakan 8 Kali, Anak 10 Tahun Tertembak di Pelipis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X