Empat Meninggal dan 495 Warga Dirawat karena DBD di NTT

Kompas.com - 05/02/2020, 20:35 WIB
(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc. ANTARA FOTO/RAHMAD(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc.

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak empat warga Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) dalam sebulan terakhir.

Sebanyak tiga korban meninggal berasal dari Kabupaten Sikka dan satu dari Kota Kupang.

Sementara, 495 warga NTT tercatat dirawat karena menderita DBD, 377 warga Kabupaten Sikka dan 118 warga Kota Kupang. 

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih mengatakan, satu korban meninggal berasal dari Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kupang.

“Yang meninggal akibat DBD yakni perempuan berusia sembilan tahun pada 27 Januari lalu. Itu data yang kita himpun hingga minggu ke empat di Januari 2020,” kata Sri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: BPS soal Virus Corona: Kita Perlu Antisipasi

Sri membeberkan ratusan penderita DBD itu berasal dari 11 kelurahan di Kota Kupang.

Penderita DPD terbanyak berasal dari Kelurahan Sikumana sebanyak 34 orang.

Sedangkan 20 warga berasal dari Kelurahan Oepoi, 12 warga dari Kelurahan Alak, dan 12 warga dari Kelurahan Oesapa.

Sebagian besar penderita DBD itu telah sembuh.

Menurut Sri, sebanyak 36 persen penderita berusia 5-9 tahun, 29 persen berusia lebih dari 15 tahun, 25 persen berusia 1-4 tahun, 7 persen berusia 10-14 tahun, dan 3 persen berusia kurang dari 1 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Guru Ditemukan Tewas di Ember dengan Tangan Terikat dan Telanjang

Seorang Guru Ditemukan Tewas di Ember dengan Tangan Terikat dan Telanjang

Regional
Ketahui 3 Tahapan New Normal di Bali untuk Kamu yang Ingin Liburan ke Pulau Dewata

Ketahui 3 Tahapan New Normal di Bali untuk Kamu yang Ingin Liburan ke Pulau Dewata

Regional
Demi Lolos PPDB Sumbar, Banyak Orangtua Manipulasi Surat Domisili

Demi Lolos PPDB Sumbar, Banyak Orangtua Manipulasi Surat Domisili

Regional
2.150 Pasien Covid-19 Sembuh dalam 14 Hari, Khofifah: Ini Capaian Tertinggi...

2.150 Pasien Covid-19 Sembuh dalam 14 Hari, Khofifah: Ini Capaian Tertinggi...

Regional
Siswi Tuna Grahita Dihamili Guru SLB, Terbongkar dari Perut yang Membesar

Siswi Tuna Grahita Dihamili Guru SLB, Terbongkar dari Perut yang Membesar

Regional
3 Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Bantul Ditutup Sementara

3 Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Bantul Ditutup Sementara

Regional
Jumlah Positif Covid-19 di Pondok Gontor Membengkak, Ribuan Penghuni Dirapid Test

Jumlah Positif Covid-19 di Pondok Gontor Membengkak, Ribuan Penghuni Dirapid Test

Regional
Ekonomi Terpuruk, Bupati Banyumas: SD dan SMP Negeri Harus Kembalikan Pungutan dari Wali Murid

Ekonomi Terpuruk, Bupati Banyumas: SD dan SMP Negeri Harus Kembalikan Pungutan dari Wali Murid

Regional
Ditanya Deadline Jokowi, Khofifah: 14 Hari Terakhir Jatim Sembuhkan 2.150 Pasien Covid-19

Ditanya Deadline Jokowi, Khofifah: 14 Hari Terakhir Jatim Sembuhkan 2.150 Pasien Covid-19

Regional
Bunda Neni Nyatakan Siap Pimpin Bontang Selama Dua Periode

Bunda Neni Nyatakan Siap Pimpin Bontang Selama Dua Periode

Regional
Polemik Aset Tanah Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Sekarang Urus Covid-19 Dulu

Polemik Aset Tanah Akademi TNI di Magelang, Ganjar: Sekarang Urus Covid-19 Dulu

Regional
Bertambah 4, Jumlah Santri Gontor Positif Covid-19 Jadi 11 Orang

Bertambah 4, Jumlah Santri Gontor Positif Covid-19 Jadi 11 Orang

Regional
Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Regional
Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Guru SLB Cabuli Siswi Penyandang Tuna Grahita hingga Hamil 7 Bulan

Regional
Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Kadispora Garut Ditahan Kejaksaan Terkait Pembangunan SOR Ciateul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X