Pria Ini Cabuli Anak Kekasihnya Usia 13 Tahun, Ancam Bunuh Diri jika Tak Dituruti

Kompas.com - 05/02/2020, 14:42 WIB
Ilustrasi pencabulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pencabulan.

RANTAU, KOMPAS.com - Seorang pemuda di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mencabuli anak kekasihnya yang masih di bawah umur.

Pelaku FR (27) melakukan aksinya terhadap korban M (13) di rumahnya pada Minggu (2/2/2020).

Kasus pencabulan ini bermula saat ibu korban IW (38) meminta tolong kepada FR untuk mengantar M pulang setelah bertemu di acara warga yang mereka hadiri.

Baca juga: Tersangka Kasus Pencabulan, Ketua KPU Banjarmasin Non Aktif Ditahan

Diketahui, IW sudah lama menjalin hubungan dengan FR setelah perempuan itu berpisah dari suaminya.

"Ibu korban dan pelaku berpacaran," ujar Kasubag Humas Polres Tapin Aipda Agus Widodo saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020) malam.

Saat diantar pulang, kata Agus, FR tak langsung menuju rumah M.

Di tengah perjalanan, FR menyempatkan singgah di rumahnya di Desa Ayunan Papan, Lokpaikat, dengan alasan hendak mengambil uang.

Setibanya di rumah, FR malah memaksa M untuk berhubungan badan, tetapi ditolak oleh M.

Agus mengatakan, saat ditolak, FR mengancam akan bunuh diri jika M tak melayaninya.

"Tersangka memaksa korban untuk masuk ke dalam kamar tersangka dan mendapatkan ancaman dari tersangka apabila korban tidak mau berhubungan intim maka tersangka akan bunuh diri dengan menggunakan sebilah pisau," ungkap Agus.

Ketakutan karena pelaku mengancam akan bunuh diri, M pun terpaksa melayani FR.

Seusai mencabuli korban, FR kemudian mengantar M pulang ke rumahnya.

Merasa dipaksa berhubungan badan, M kemudian menceritakan kepada ibunya.

Tak terima, ibu M yang tak lain adalah pacar FR langsung melapor ke Polres Tapin.

"Yang melapor orangtua kandung korban sendiri karena tak terima anaknya dicabuli," jelas Agus.

Baca juga: Gara-gara Pesan Mesum di WhatsApp, Pencabulan Anak 13 Tahun Terbongkar

Menerima laporan dari ibu kandung korban, polisi lantas bergerak memburu FR.

FR kemudian berhasil ditangkap saat bersembunyi di rumah orangtuanya.

Di hadapan polisi, FR mengakui semua perbuatannya telah mencabuli M, anak kekasihnya.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Resmob Res Tapin segera berangkat ke rumah orangtua pelaku dan memang benar pelaku berada di rumah tersebut. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku," ujar Agus.

Untuk kepentingan penyelidikan, FR kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tapin.

FR akan diancam Pasal 81 ayat 1 Perpu No 1 Tahun 2016 Jo Undang-Undang No 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76D UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Subs Pasal 82 ayat 1 Perpu No 1 Tahun 2016 Jo UU No 17 Tahun 2016 Jo Pasal 76E UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Pencarian 5 Korban Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Diperluas

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Kronologi Terbongkarnya Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK di Ruangannya, Korban Berhasil Melarikan Diri

Regional
4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

4 ASN Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Pemkab Blitar Tutup

Regional
KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

Regional
Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Rapid Test Reaktif, Ibu yang Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis Mengaku Kecewa karena Bayinya Meninggal

Regional
Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Regional
1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

Regional
Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Pasien Covid-19 yang Meninggal di Banyumas Bertambah, Satu Kampung di-Lockdown

Regional
INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

Regional
Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Regional
Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Regional
Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat berkat Layar Terpal

Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat berkat Layar Terpal

Regional
Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Regional
Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X