Polda Sumsel Tegaskan Mutasi Kapolres OKU Tak Terjerat Kasus

Kompas.com - 05/02/2020, 08:30 WIB
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat memberikan keterangan terkait penahanan Wakil Bupati OKU yang diduga melakukan mark up lahan kuburan, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat memberikan keterangan terkait penahanan Wakil Bupati OKU yang diduga melakukan mark up lahan kuburan, Rabu (15/1/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan membantah pencopotan Kapolres Ogan Komering Ulu AKBP Tito Travolta karena terjerat kasus.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, selama bertugas di Bumi Sriwijaya, Tito memiliki rekam jejak yang baik.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi Online di Palembang Ricuh, Keluarga Korban Tonjok Pelaku

Bahkan, Tito pernah dua kali menjabat sebagai Kapolres, yakni di Kota Prabumulih dan Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.

"Selama di Sumsel tidak ada catatan masalah. Namun, untuk yang sebelum-belumnya kita tidak tahun," kata Supriadi, Rabu (5/2/2020).

Supriadi menerangkan, berdasarkan surat telegram yang ia terima, Tito dimutasi dari jabatan sebagai Kapolres OKU, menjadi Pamen di Yanma Mabes Polri.

Baca juga: Caci Maki Polisi di Medsos, Pria di Palembang Ini Ditangkap

Sementara, posisi Tito, digantikan oleh Arief Hidayat Ritongah dari Bareskrim Mabes Polri.

Menurut Supradi, rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah di instansi Polri.

"Pada dasarnya mutasi di jajaran pejabat Polri merupakan hal yang biasa sebagai bentuk penyegaran," jelasnya.

Baca juga: Simpan Sabu di Bra, Seorang Wanita di Palembang Ditangkap

Sebelumnya, beredar kabar Kapolres OKU AKBP Tito Travolta Hutahuruk dicopot dari jabatannya karena dalam rangka menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Mabes Polri.

Namun, sampai saat ini belum diketahui pemeriksaan apa yang dijalani oleh Tito.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Regional
Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Regional
Tim SAR Evakuasi 51 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Tim SAR Evakuasi 51 Orang Terdampak Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Nihil Gugatan, Aditya-Riyadi Ditetapkan Jadi Paslon Terpilih di Pilkada Tuban 2020

Nihil Gugatan, Aditya-Riyadi Ditetapkan Jadi Paslon Terpilih di Pilkada Tuban 2020

Regional
Bayi 4 Bulan Dicekoki Pamannya dengan Miras, Ini Motifnya

Bayi 4 Bulan Dicekoki Pamannya dengan Miras, Ini Motifnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X